18 Mahasiswa Diduga Nonton Film OPM

18 Mahasiswa Diduga Nonton Film OPM

Kabar5.com, Malang | Insiden bentrok antara sejumlah mahasiswa Papua dan warga Kota Malang di kawasan Kelurahan Dinoyo, Kecamatan Lowokwaru, dapat perhatian dari Polda Jawa Timur.

 

Kabid Humas Polda Jawa Timur Kombes Pol Frans Barung Mangera membenarkan adanya peristiwa tersebut. Menurutnya, saat kejadian sebanyak 18 mahasiswa asal Papua tengah berada di dalam asrama menonton video yang diduga memutar kegiatan Organisasi Papua Merdeka (OPM)

“Sejumlah warga datang, memprotes kegiatan mahasiswa yang sedang menonton, sempat terjadi perdebatan mahasiswa dan warga,” ujarnya melalui sambungan telepon, 02 Juli 2018.

Mendapat laporan tersebut, kepolisian langsung bergerak cepat ke lokasi kejadian. Warga sempat membubarkan, sehingga memancing emosi sejumlah mahasiswa yang berujung bentrokan.

Diduga pemutaran video tersebut merupakan bagian dari mahasiswa yang pro-OPM. Meski demikian, pihak kepolisian belum menemukan indikasi ke-18 mahasiswa tersebut merupakan bagian dari pro-OPM sebagaimana dituduhkan warga.

“Belum ditemukan, polisi masih menyelidiki,” ungkap Barung kembali.

Pihak kepolisian pun tak menahan warga maupun perwakilan sejumlah mahasiswa asal Papua tersebut. “Belum ada yang ditahan, tadi sudah kita damaikan,” bebernya kembali.

Sementara itu, Polres Malang Kota berinisiatif melalukan mediasi kedua kubu. Rencananya Senin siang ini kedua kubu yang bentrok akan dikumpulkan di Aula Rupatama Polres Malang Kota.

“Kejadian semalam sudah aman. Nanti siang kami fasilitasi pertemuan keduanya,” jelas Kapolres Malang Kota AKBP Asfuri kepada media.

Sebelumnya , warga di Jalan MT Haryono gang 8 tepatnya di sekitar kawasan rumah sakit Universitas Islam Malang (Unisma) bentrok dengan sejumlah mahasiswa Papua yang mengontrak rumah di lokasi.

Warga bersama pihak RW berinisiatif datang ke rumah kontrakan saat para mahasiswa sedang berkumpul. Diduga selain karena masa kontraknya yang habis, warga menemukan indikasi pemutaran film Papua Merdeka yang disinyalir bertentangan dengan NKRI.

Polres Malang Kota sendiri berhasil mengendalikan situasi dengan menerjunkan satu kompi pasukan gabungan dengan Brimob. (Red)

 

Facebook Comments

Subscribe

Terima kasih telah membaca artikel kami. Untuk informasi update silakan berlangganan newslatter kami di bawah ini

No Responses

Comments are closed.