2 Nelayan Diculik di Sabah, Polri Minta Malaysia Tanggung Jawab

2 Nelayan Diculik di Sabah, Polri Minta Malaysia Tanggung Jawab

Kabar5.Com, Jakarta | Polri mengatakan Malaysia bertanggung jawab atas penculikan dua nelayan Indonesia oleh kelompok bersenjata. Dua nelayan itu diketahui bekerja di kapal milik warga Malaysia, 15 September 2018.

“Kami minta Malaysia bertanggung jawab karena pemilik kapalnya milik Malaysia. Mereka hanya bekerja sebagai kepala kapal. Itu kapal nelayan gede,” kata Kadiv Humas Polri Irjen Setyo Wasisto kepada wartawan, pada Jumat, 14 September 2018.

 

Setyo menuturkan pihaknya belum mendapat kepastian soal identitas kelompok bersenjata yang melakukan penculikan tersebut. “Belum jelas siapa yang nyulik,” tambah dia.

 

Setyo menjelaskan Malaysia wajib bertanggung jawab karena risiko terburuk dari penculikan ini adalah masalah nyawa. Kedua, karena kedua nelayan adalah tenaga kerja Indonesia (TKI) resmi yang bekerja untuk warga Malaysia.

 

“Pertama, ini upaya perlindungan WNI di luar negeri. Walaupun seorang, tapi ini nyawa nggak boleh dibiarkan. Kedua, karena WNI bekerja di Malaysia resmi, harusnya dilindungi. Jadi Malaysia harus bertanggung jawab,” terang dia.

 

Setyo menuturkan kedua nelayan itu menjabat kepala kapal dan wakil kepala kapal sehingga kelompok bersenjata menculiknya. “Mereka itu kepala dan wakilnya,” imbuh dia.

 

Penculikan dua nelayan WNI dilakukan oleh kelompok bersenjata di perairan Pulau Gaya, Semporna, Sabah, Malaysia, pada Selasa, 11 September 2018 sekitar pukul 01.00 waktu setempat. Dua nelayan tersebut bekerja di kapal Dwi Jaya I, yang berbendera Malaysia. (Red)

Facebook Comments

Subscribe

Terima kasih telah membaca artikel kami. Untuk informasi update silakan berlangganan newslatter kami di bawah ini

No Responses

Comments are closed.