Acara Peresmian RPS Di Al-Fathaniyah, Berjalan Sesuai Rencana

Acara Peresmian RPS Di Al-Fathaniyah, Berjalan Sesuai Rencana

Kabar5.com, Serang | Walupun tidak dihadiri oleh presiden Republik indonesia Joko Widodo, acara peresmian Rumah Pangan Santri (RPS) yang hasil kerjasama antara Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik (Perum Bulog) dengan Majelis Pesantren Salafi (MPS) Provinsi Banten dan bulog Banten di Pondok Pesantren Al-Fathaniyah, Lingk. Tembong Indah, Kecamatan Cipocok Jaya, Kota Serang, Jumat 11 Mei 2018.

” Kita memang baru mulai di Banten, ini yang pertama dan akan menjadi pilot, tentu akan diteruskan ke daerah lain,” kata Dirut Pengembangan Bisnis dan Industri Perum Bulog, Imam Subowo saat lakukan peresmian. Ia menjelaskan, dari sekitar 3.500 pondok pesantren salafi di Provinsi Banten, pihaknya bersama MPS baru bisa mewujudkan 50 RPS yang tersebar di beberapa daerah di Provinsi Banten.

” Tentu kalau sudah ada rumah pangan kita santri, harapannya bisa memudahkan masyarakat untuk mencari pangan pokok, karena di sekitar rumahnya ada rumah pangan yang terletak di pesantren,” jelasnya. Sementara itu, Ketua MPS Provinsi Banten, Matin Syarqowi mengatakan, baru pertama kali, pesantren di Provinsi Banten diberikan kepercayaan untuk bekerja sama dengan Perum Bulog merealisasikan rumah pangan santri.

“Baru pertama kali ini, di Banten negara hadir untuk bisa memberikan kepercayaan kepada pesantren,” katanya.

Selain itu, ia juga berharap, dengan adanya RPS tersebut, bisa memberikan keuntungan kepada pesantren salafi untuk mengembangkan kemandirian pesantren di tengah-tengah perkembangan zaman yang semakin majun ” Harapannya, RPS ini bisa memberikan keuntungan kepada pesantren agar bisa berusaha mengembangkan kemandirian pesantren itu sendiri, dan saya berterima kasih kepada Jokowi, sekalipun tidak jadi meresmikan, tapi beliau berjanji akan datang, tapi yang paling penting namun buat saya adalah presiden sudah hadir dan sudah memikirkan pesanteren” tuturnya.

Sementara itu salah satu santri Pondok Pesantren Al-Fathaniyah Diki mengatakan, sangat bersyukur acara yang berlangsung berjalan dengan lancar,namun dirinya sempat kecewa lantaran tidak jadi hadirnya orang nomer satu di indonesia tersebut, ” Ya, rasa kecewa pasti ada, sampai tidur juga jam lima demi persiapan ini, persiapan launnya hampir seminggu dilakukan untuk acara ini, dan undangan juga hampir se provinsi banten di undang.

Alesannnya tidak datang kesorean ga bisa datang takut kemalaman,kecewa, ya pasti sih kecewa, ternyata ga dateng.padahal semalam sih katanya mau datang jam setengah empat tapi ditunggu sampai sekarang hampir magrib ga datang. “ucapnya.

Sedangkan salah satu Panitia acara Nurhayah menjelaskan,kelengkapan dan pesiapan yang dilakukan guna acara peresmian dan penyambutan ini sudah dilakukan sejak dua minggu yang lalu.

” Para undangan kita telah mengundang hampir seluruh pondok pesantren Bale Rombeng yang ada di provinsi banten yang memang di undang yang mendapatkan program itu.ada sekitar dua ribu jamaah yang hadir disini.” tuturnya.

Terkait tidak hadirnya RI1 di acara peresmian Rumah Pangan Santri (RPS), dirinya menganggap hal tersebut sudah biasa dan bisa memakluminya.

” Kalau dibilang kecewa, ya itu yah sudah biasa, kadang kita sudah berencana dengan matang,namun ketika ditengah jalan kita gagal, itu biasalah.jadi saya kira persiapan persiapan yang telah kita siapkan terus kemudian pada akhirnya RI 1 tidak jadi kesini itu hal biasa gitu yah,mungkin pada sebagian jamaah ada sedikit kekecewaan yah,” pungkasnya. (Red)

Facebook Comments

Subscribe

Terima kasih telah membaca artikel kami. Untuk informasi update silakan berlangganan newslatter kami di bawah ini

No Responses

Comments are closed.