Ada 37.362 Lahan Terbakar di Sumsel Selama Februari-Oktober

Ada 37.362 Lahan Terbakar di Sumsel Selama Februari-Oktober

Kabar5.Com, Sumatera Selatan | Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumatra Selatan mencatat lahan yang terbakar selama kurun 1 Februari-31 Oktober 2018 mencapai 37.362 hektare, 5 November 2018.

Kepala Bidang Penanganan Kedaruratan BPBD Sumsel Ansori mengatakan lahan terbakar yang paling luas terjadi di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), mencapai 19.402 hektare.

 

“Kondisi lahan di Kabupaten OKI kebanyakan lahan gambut. Jadi kalau sekali terbakar, susah untuk dipadamkan. Kebakaran disebabkan kekeringan saat musim kemarau kemarin. Bahkan gambut bisa terbakar sendiri saking keringnya,” ujar Ansori, Minggu, 4 November 2018 kemarin.

 

Jumlah luasan lahan terbakar terbesar kedua terjadi di Kabupaten Banyuasin, mencapai 5.812 hektare. Disusul Kabupaten Muara Enim seluas 4.404 hektare lahan terbakar, lalu Kabupaten Ogan Ilir seluas 3.577 hektare lahan terbakar.

 

“Lalu daerah lainnya Musi Banyuasin 1.646 hektar dan Kabupaten Musi Rawas yakni seluas 1.776 hektar. Untuk kabupaten/kota lainnya ada juga tapi relatif kecil luasannya hanya puluhan sampai ratusan hektar,” ujar Ansori.

 

BPBD mencatat selama operasi siaga kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tahun ini sebanyak 13 unit helikopter beroperasi melakukan 1.173 penerbangan dan 27.097 waterbombing. Air yang digunakan untuk waterbombing tercatat sebanyak 103 juta liter.

 

“Satgas Karhutla Sumsel juga melakukan teknik modifikasi cuaca menggunakan empat unit pesawat yang terbang 120 kali dengan menyemai 123.520 kilogram garam. Sekarang status siaga karhutla dicabut, operasional sudah dihentikan,” ungkapnya.

 

Pencabutan status siaga sesuai Surat Keputusan (SK) Gubernur Sumsel yang menetapkan siaga karhutla berlaku 1 Februari hingga 31 Oktober 2018.

 

Sementara untuk penegakkan hukumnya, Polda Sumsel menangani delapan kasus karhutla.

 

Karo Ops Polda Sumsel Komisaris Besar Bambang Suminto mengatakan, dari delapan kasus tersebut, lima di antaranya kasus yang dilakukan perorangan dan tiga lainnya melibatkan korporasi.

 

“Tiga kasus sudah P21 dilimpahkan ke jaksa, dua lagi masih penyidikan. Untuk yang korporasi tiga-tiganya masih penyidikan. Lokasi korporasinya di Muba dua dan satu di OKI,” ungkap Bambang. (Red)

Facebook Comments

Subscribe

Terima kasih telah membaca artikel kami. Untuk informasi update silakan berlangganan newslatter kami di bawah ini

No Responses

Comments are closed.