Aktivis Jembar: Kotak Kosong Menangkan Pilbup 2018

Aktivis Jembar: Kotak Kosong Menangkan Pilbup 2018
Capture: Muhammad Jembar, Ketua Aliansi Kotak Kosong

Kabar5.Com, Tangerang | Sejumlah massa yang mengatasnamakan Aliansi Kotak Kosong melakukan aksi keprihatinan dengan pesta demokrasi di Banten saat ini, Rabu, 17 Januari 2018. Mereka kecewa dengan banyaknya pasangan calon peserta pilkada yang melawan kotak kosong alias calon tunggal.

Aksi itu dilakukan sekelompok orang di pesisir Pantai Utara Tangerang, tepatnya di Desa Kayu Agung, Kecamatan Sepatan, Kabupaten Tangerang. Dengan mengangkat kepalan tangan kirinya, massa Aliansi Kotak Kosong optimis akan memenangkan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Bupati Tangerang 2018.

Ketua AKK Muhammad Jembar mengatakan, gerakan ini muncul lantaran adanya keprihatinan masyarakat terhadap fenomena Kotak Kosong di Kabupaten Tangerang. Mereka mencurigai adanya lobi-lobi politik hingga menyebabkan semua partai berduyun-duyun untuk mendukung petahana.

“Semua partai habis diborong dengan cara yang tidak elegan. Di sinilah kita berjuang untuk bagaimana masyarakat memilih Kotak Kosong agar ada satu perlawanan terhadap demokrasi yang mati di Kabupaten Tangerang ini,” ucapnya.

Gerakan tersebut juga timbul lantaran ada ketidakpuasan terhadap kepemimpinan petahana selama lima tahun ke belakang. Jembar bahkan menyebut, tidak ada program pemerintah yang dirasakan langsung oleh masyarakat.

“Kita tidak puas dalam segala bentuk kebijakan terhadap pemerintah Kabupaten Tangerang. Tidak terbuka terhadap masyarakat, tidak mau mendengar aspirasi masyarakat, masih banyak ketimpangan lagi. Termasuk proses pembangunan, tidak transparan dana CSR, hibah, dan penentuan RT/RW yang dilakukan Pemda dan DPRD,” ungkapnya.

Dirinya menilai, jika hanya ada satu calon yang harus dipilih, tentu hanya menghabiskan anggaran negara. Padahal, dalam satu kali pelaksanaan Pilkada, ada milyaran rupiah uang rakyat yang dihabiskan. Seharusnya, ada batasan khusus yang mengatur tata cara pencalonan dan demokrasi dari dukungan partai.

“Kalau semuanya mendukung dia, begitu mudah untuk melenggang. Padahal negara menghabiskan Rp 100 milyar lebih untuk pilkada. Lebih baik dibagikan saja, langsung dilantik saja tidak usah ada pilkada,” ujarnya.

Ia berharap, kotak kosong dapat memenangkan Pilkada Juni mendatang. Tujuannya, pemerintah dan DPR mendapatkan referensi untuk merevisi Undang-undang Pemilu.

“Selain bisa memberikan waktu kepada partai politik untuk menyiapkan kadernya agar bisa maju di Pilkada ulang, ini juga sebagai harapan kita agar pemerintah Pusat dan DPR agar merevisi Undang-undang Pemilukada agar tidak ada lagi kezoliman,” tandasnya. (Haerul).

Facebook Comments

Tags: , , ,

Subscribe

Terima kasih telah membaca artikel kami. Untuk informasi update silakan berlangganan newslatter kami di bawah ini

No Responses

Comments are closed.