Andi Arief: Upaya Represi Rizieq Buat Dia Makin Dapat Simpati

Andi Arief: Upaya Represi Rizieq Buat Dia Makin Dapat Simpati

Kabar5.Com, Jakarta | Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Andi Arief mengatakan upaya represi terhadap Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab malah membuatnya semakin mendapat simpati dari umat Islam, 9 November 2018.

“Habib Rizieq ini orang biasa di tahun 1999 yang tumbuh besar karena sebagian besar orang mencacinya. Kalau habib Rizieq terus menerus dicaci dan direpresi dengan berbagai cara, maka kalau semakin dapat simpati dan tempat di hati umat muslim, maka siapa yang salah?” tutur Andi melalui akun Twitter-nya, Kamis malam, 8 November 2018 kemarin.

 

Diketahui, di masa lalu FPI dikenal dengan reputasinya yang dekat dengan sejumlah aksi kekerasan. Misalnya, pembongkaran tempat yang diduga menjajakan prostitusi secara sepihak, aksi demo ricuh di kantor majalah Playboy. Sejumlah pihak pun berkomentar miring atas kasus-kasus itu.

 

Namun, kata Andi, hal itu justru membuat Rizieq makin mendapat simpati. Di sisi lain, para pendukung Rizieq akan semakin membenci mereka yang mencaci Rizieq. Hal ini disebutnya justru akan makin memicu perpecahan.

 

“Bukan hanya Habib Rizieq akan makin besar karena seringnya dicaci dan dikerjai, tapi bisa menanamkan kebencian pada pendukungnya terhadap mereka yang kini tiap hari memberikan sumpah serapah pada Habib Rizieq. Kita ini bangsa apa?” ujarnya.

 

“Apa tidak bisa dihentikan saling menghujat itu?” ia menambahkan.

 

Sebelumnya, nuansa perpecahan antarkelompok agama Islam hadir dalam kasus pembakaran bendera yang dilakukan oleh anggota Barisan Ansor Serbaguna (Banser) Nahdlatul Ulama. Bendera tersebut dibakar karena dianggap sebagai bendera Hizbut Tahrir Indonesia (HTI).

 

Pihak yang tak terima kemudian menggelar Aksi Bela Tauhid di depan kantor Kemenkopolhukam. Kelompok massa ini digawangi oleh Gerakan Nasional Pembela Fatwa Ulama (GNPF-U) dan Presidium Alumni 212, yang merupakan pendukung Rizieq.

 

Bagi Andi, saat ini ada hal yang lebih darurat untuk dikerjakan ketimbang saling menghujat. Yakni, memperbaiki kondisi ekonomi.

 

“Rakyat makin sulit secara ekonomi, tapi kok kampanye pilpresnya berbau benturan antar dan intra agama. Apakah kita bangsa kaleng?”

 

Terlepas dari itu, Andi meminta ada penyelesaian kasus Rizieq Shihab yang sejauh ini masih berada di Arab Saudi.

 

“Pertanyaannya, mau sampai kapan Habib Rizieq tinggal di Arab Saudi? Sebenernya Habib yang tidak mau pulang atau Jokowi yang melarang Habib pulang? Antara Habib dan pemerintah Jokowi pasti ada salah satu yang benar,” ucap mantan aktivis ’98 ini.

 

Rizieq diketahui berada di Saudi usai ditetapkan sebagai tersangka kasus percakapan pornografis dengan Firza Husein. Usai status tersangkanya dicabut, Rizieq masih belum juga pulang. Pihak Pemerintah berulangkali mempersilakannya untuk kembali ke Indonesia, sementara pihak Rizieq masih berpandangan bahwa ada pihak yang tak ingin ia kembali. (Red)

Facebook Comments

Subscribe

Terima kasih telah membaca artikel kami. Untuk informasi update silakan berlangganan newslatter kami di bawah ini

No Responses

Comments are closed.