ASPPHAMI Gelar Gathering Anggota dan Pengurus di Hotel Santika BSD City

ASPPHAMI Gelar Gathering Anggota dan Pengurus di Hotel Santika BSD City

Kabar5.Com Puluhan Pengusahan Pengadaan Barang Dan Jasa sangat antusias turut menghadiri acarah Gathering perdana yang di lakukan oleh Asosiasi Perusahaan Pengendalian Hama Indonesia (ASPPHAMI) Provinsi Banten di Hotel Santika BSD City, Selasa 2 Oktober 2018.

Semua peserta dan anggota ASPPHAMi selain menjadikan ajang silaturahmi dan pendalaman tentang cara pengelola

 

Kelola pengendalian Kecoa Jerman (Blattela Germanica) dan kutu busuk (Cimex Lectularius

dan Cimex Hemipterus) di lingkungan permukiman,

 

Kata sambutan Ketua Umum Asosiasi Pengendalian Hama Indonesia (ASPPHAMI) Boyke Arie Pahlevi, SE. “dalam kesempatan ini semua anggotan dan pengurus kita bisa bekerja profesionalisme dalam pengendalian hama seperti Kecoa Jerman (Blattela Germanica) dan kutu busuk (Cimex Lectularius dan Cimex Hemipterus) di lingkungan permukiman, kalau kita melihat provinsi banten ini sangat lah luas.

 

Ketua Umum Boyke menambahkan, agar Ketua Dewan Perwakilan Daerah ( DPD ) Provinsi Banten, serta anggotan dan pengurus saat ini bisa bekerja lebih baik lagi selalu profesionalisme yang di kedepankan “tentu harapan saya kesemua pengurus ASPPHAMI dan Anggota bisa bekerja lebih baik lagi”.

 

Lebih lanjut, Boyke mengatakan “Perlu kita ingat bahayanya Binatang Pembawa Penyakit Serta Pengendaliannya di lingkungan permukiman, tempat

kerja, tempat rekreasi, dan tempat fasilitas umum, PERMENKES No. 70 Tahun 2017, Tentang standar kesehatan di Lingkungan Industri dan yang terakhir PERMENAKERTRANS No. 5 Tahun 2018, Tentang standar Hygiene dan Sanitasi di Lingkungan Kerja.

 

Untuk mencapai tujuan dan keberhasilan para pelaku penyedia jasa pengendali hama

permukiman di wilayah Provinsi Banten, yang dalam hal ini adalah Pest Control Operator, saya Sebagai Ketua Umum dan Ketua DPD

 

ASSPHAMI Provinsi BANTEN Dimas Oktaperwira selalu menghimbau dan berkomunikasi kepada para anggotanya untuk selalu mengikuti standar dan peraturan‐peraturan yang tertuang di dalam peraturan‐peraturan tersebut diatas.

 

Salah satu persyaratan di dalam menjalankan oeprasional jasa Urban Pest Control, para anggota diwajibkan memiliki surat ijin operasional dari Dinas Kesehatan Kota/Kabupaten tempat Pest

 

Control Operator berdomisili, atas rekomendasi dari DPD ASSPHAMI BANTEN. Selain itu, para anggota disarankan untuk selalu meningkatkan kompetensi di dalam perusahaannya masing‐ masing, baik melalui pelatihan formal yang diadakan oleh ASOSIASI maupun yang dilakukan

oleh Lembaga‐lembaga lainnya, serta teknis praktis di area kerja sesuai Standar Prosedur

Operasional (SPO) di masing‐masing perusahaan.

Saat ini DPD ASPPHAMI BANTEN baru beranggotakan ± 20 perusahaan jasa pengendali hama.

 

Pemukiman (Pest Control Operator), dan kami yakin masih ada beberapa PCO yang belum

bergabung di dalam ASOSIASI karena ketidak tahuan atau memang belum memahami arti

pentingnya wadah ASOSIASI sebagai payung pelindung untuk menjembatani antara anggota

dengan pelaku bisnis yang lainnya  di berbagai segmen, Pungkas Boyke Arie Pahlevi sebagai Ketua Umum ASPPHAMI

 

 

Ketua DPD Melambahkan Dimas Oktaperwira “Saya sangat Optimis dan yakin keanggota akan bertambah dan berperan aktif untuk memajukan industri Urban Pest Control di wilayah Provinsi Banten. sudah memberi signal dan mensyaratkan untuk diadakannya

pelatihan dan seminar untuk meningkatkan kompetensi para anggota.

Integritas anggota yang berefek terhadap nilai jual dan daya saing industri Urban Pest Control dengan industry‐industri di Banten. Tentu dalam acarah perdana hari ini saya lebih mengambil lokasi di

 

Hotel Santika BSD City ‐ Serpong,lkkj

sebagai provinsi muda yang merupakan pemekaran dari Provinsi Jawa Barat pada tahun 2000

dengan cakupan wilayah 8 kota/kabupaten mempunyai potensi yang sangat luar biasa di dalam pertumbuhan ekonominya. Pada tahun 2017 saja tercatat Banten sebagai provinsi nomor 2 secara nasional setelah DKI Jakarta. Angka pertumbuhan Provinsi banten sendiri mencapai 5,90%, lebih tinggi jika dibandingkan dengan pertumbuhan nasional sebesar 5,01%.

 

Dengan tingginya pertumbuhan ekonomi tersebut, Provinsi Banten sebagai provinsi penyangga ibukota DKI Jakarta menjanjikan potensi yang besar untuk industri Pengendalian Hama

 

Permukiman (Urban Pest Control) di wilayah tersebut. Sebut saja sasaran utama segmentasi

pasar di wilayah provinsi Banten yang mampu menyerap industri Jasa Urban Pest Control ini

mulai dari segmentasi industrial, segmentasi komersial, maupun segmentasi Residential.

 

Kawasan industri yang sambung menyambung dari Kabupaten Tangerang sampai ke Cilegon,

area komersial yang tersedia di kota‐kota dan kabupaten, juga permukiman kelas wahid

yang terus dikembangkan di wilayah provinsi Banten.

 

Potensial bisnis pest control di wilayah banten sendiri cukup besar, dengan melihat

pertumbuhan pembangunan perumahan, restauran, hotel, gedung dan kawasan industry yang

cukup pesat.

 

Peraturan‐perautran dan regulasi dari Kementerian Kesehatan dan Kementrian lainnya

mewajibkan untuk semua segmentasi di area kerjanya harus memiliki standar kesehatan, baik

dari sisi higienis maupun sanitasinya. Sebut saja beberapa peraturan Kementrian terbaru terkait tentang standar kesehatan dan baku mutu lingkungan, yaitu PERMENKES No. 50 Tahun 2017,

Tentang Standar Baku Mutu Kesehatan Lingkungan dan Persyaratan Kesehatan” ungkap Dimas Ketua DPD

 

(Haerul)

 

Facebook Comments

Subscribe

Terima kasih telah membaca artikel kami. Untuk informasi update silakan berlangganan newslatter kami di bawah ini

No Responses

Comments are closed.