Begini Bedanya Pelatihan USAID PRIORITAS

Begini Bedanya Pelatihan USAID PRIORITAS
Apong Latifah, guru SDN Sumber Agung (mengenakan jilbab oranye) sedang diskusi kelompok.

Kabar5.Com, Kota Serang | Pendampingan pembelajaran sangat penting dalam membantu guru menerapkan hasil-hasil pelatihan di kelas. Demikian penjelasan Dr. Naf’an Tarihoran, M.Hum., Spesialis LPTK USAID PRIORITAS yang membuka rapat perencanaan pendampingan tingkat SD yang menjadi mitra UNTIRTA, Kamis (22/9/2016).

“Pendampingan penting karena dapat mengetahui sejauhmana bapak-ibu sebagai peserta pelatihan menerapkan hasilnya di kelas. Jadi pendampingan bukan ‘forum pengadilan’ tetapi proses saling belajar satu sama lain sehingga membangun komunitas belajar atau learning community,” kata Naf’an di hadapan puluhan peserta pendampingan.

Menurut Naf’an, pendampingan menjadi pembeda pelatihan yang diselenggarakan USAID PRIORITAS dengan penyelenggara lain.

“Ini yang membedakan pelatihan USAID PRIORITAS dengan yang lain, adanya pendampingan. Para fasililtator yang dulu melatih tidak berhenti pada saat pelatihan saja, tetapi memfasilitasi proses pembelajaran bersama dalam pendampingan di forum MGMP. Pendampingan dilaksanakan melalui pendekatan lesson study,” kata Naf’an menjelaskan.

Lesson study adalah upaya meningkatkan proses dan hasil pembelajaran bersama-sama dan berkelanjutan dalam sekelompok guru.

Lesson study juga bermanfaat bagi guru untuk mendokumentasi kemajuan kinerjanya di kelas dan memperoleh umpan balik dari guru lain. Naf’an berpendapat lesson study dilaksanakan secara bersama-sama dalam merancang (plan), melaksanakan (do) dan mengamati (see) pembelajaran.

“Di akhir pembelajaran guru dapat mempublikasikannya dan mendiseminasikan menjadi praktik yang baik. Ini yang disebut praktik yang baik dalam pembelajaran,” tegas Naf’an.

Pendampingan dilakukan selama September hingga November 2016. Saat ini pendampingan memasuki tahap merancang (plan) yang sudah dilaksanakan dua kali dengan tujuan mengidentifikasikan persiapan pembelajaran, melakukan finalisasi persiapan pembelajaran dan memantapkan simulasi. Pertemuan perencanaan pendampingan (plan) terbagi dalam empat forum yakni (1). 6 sekolah mitra UNTIRTA tingkat SD terdiri atas SDN 7 Serang, SDN 20 Serang, SDN 21 Serang, SDN Banjar Agung 4, SDN Sumber Agung; SDN Karundang; (2). 6 madrasah mitra IAIN SMH Banten terdiri atas MI Jamiyatul Usbuiyah, MIN 1 Serang; MIN 2 Serang, MIN 3 Serang, MIN 1 Cilegon, MI Nurul Fallah Kemuning, (3). 3 SMP mitra UNTIRTA terdiri atas SMPN 3 Serang, SMPN 6 Serang, SMPN 7 Serang; (4). 2 Madrasah Tsnawiyah (MTs) mitra IAIN SMH Banten terdiri atas MTsN 1 Serang; MTsN 2 Serang; MTsN 2 Padarincang Kabupaten Serang.

Tentang manfaat pendampingan, peserta yang berasal dari SDN Sumber Agung, Apong Latifah berpendapat pentingnya pendampingan untuk memperkuat hasil pelatihan. Selain itu, Apong yang juga adalah guru matematika mengaku senang dapat berkumpul dengan teman sejawat untuk saling belajar satu sama lain.

Lain Apong, lain pula pendapat Marlina, guru kelas awal SDN 20 Serang. Sebagai guru yang melakukan simulasi pembelajaran pada pertemuan tersebut, Marlina menuturkan pendampingan membantu untuk mendapatkan umpan balik sesama guru yang saling memberdayakan. (ann/red)

Facebook Comments

Tags:

Subscribe

Terima kasih telah membaca artikel kami. Untuk informasi update silakan berlangganan newslatter kami di bawah ini

No Responses

Tinggalkan Balasan