Cairan Tiner Di Campur Miras Oplosan

Cairan Tiner Di Campur Miras Oplosan

Kabar5.com, Sumedang-Jawa Barat | Polres Sumedang mewaspadai penjualan tiner (bahan pengencer cat) di toko bangunan. Pengawasan dilakukan karena polisi menduga cairan pengencer cat itu dipakai untuk bahan campuran meracik minuman keras (miras) oplosan.

“Pengawasannya tak hanya di apotek yang menjual alkohol murni 70%, melainkan juga di toko bangunan yang menjual tiner. Tak menutup kemungkinan, tiner dipakai untuk bahan campuran meracik miras oplosan,” ujar Kapolres Sumedang Ajun Komisaris Besar Hartoyo.

Menurut dia, penggunaan tiner untuk bahan campuran miras oplosan, mungkin saja terjadi. Sebab, ketika pengawasan apotik yang menjual alkohol 70% kini semakin diperketat, kemungkinan para pelaku pembuat miras oplosan mengalihkan bahan campurannya dengan menggunakan tiner dari toko bangunan.

“Oleh karena itu, kemungkinan penggunaan tiner untuk bahan campuran miras oplosan harus diawasi bersama. Saya mengajak masyarakat untuk peduli terhadap lingkungan sekitar dari bahaya penjualan miras dan miras oplosan,” kata Hartoyo menegaskan.

Dikatakan, penjualan miras oplosan dinilai terjadi kenaikan yang cukup signifikan. Meningkatnya penjualan ini terkait erat dengan langka dan mahalnya miras di pasaran. Di tengah relatif mahalnya miras kemasan, sehingga para pelaku mencari jalan pintas dengan membuat miras oplosan yang harganya jauh lebih murah dari miras kemasan.

“Tapi tentu saja dampak meminum miras oplosan sangat berbahaya dan bisa mematikan, seperti yang terjadi di daerah lain,” ujar Hartoyo. Untuk itu, ia meminta kepada seluruh masyarakat Sumedang untuk mengawasi sekaligus memberikan informasi kepada polisi tentang para pembuat dan pengedar miras oplosan.

Pemusnahan miras

Menjelang Ramadan, operasi razia miras termasuk berbagai penyakit masyarakat lainnya akan semakin ditingkatkan. Selain miras, jajaran kepolisian pun akan membantu Satpol PP Sumedang untuk merazia tempat hiburan malam, termasuk warung remang-remang.

“Ormas tak perlu melakukan sweaping menjelang dan selama bulan Ramadan ini. Biar kami yang melakukannya. Kami akan merazia berbagai bentuk penyakit masyarakat yang bisa mengganggu kesucian dan kekhusukan ibadah di bulan Ramadan ini. Saya menjamin, situasi dan kondisi selama bulan Ramadan aman dan kondusif,” kata Hartoyo.

Adapun miras dan bahan berbahaya lainnya yang dimusnahkan seluruhnya sebanyak 4.118 botol. Hal itu, di antaranya miras berbagai merek dan jenis sebanyak 3.799 botol dan miras oplosan sebanyak 319 botol. Miras sebanyak itu, hasil razia dari Januari sampai April 2018. (Red)

Facebook Comments

Subscribe

Terima kasih telah membaca artikel kami. Untuk informasi update silakan berlangganan newslatter kami di bawah ini

No Responses

Comments are closed.