Dana BOS Belum Cair, Sekolah Gunakan Tabungan Siswa

Dana BOS Belum Cair, Sekolah Gunakan Tabungan Siswa
Ilustrasi
Posted by:

Kabar5.Com, Serang | Keterlambatan dana BOS (Biaya Oprasional Sekolah) pada triwulan ke-2 tahun 2017 menjadi polemik ditengah orang tua murid. Akibatnya tabungan para siswa digunakan untuk pembiayaan sekolah.

Orang tua murid Sekolah Dasar Negeri (SDN) 1 Kramat, Kecamatan Kragilan, Kabupaten Serang, Banten, mengeluhkan akibat tidak dibagikanya uang tabungan anak mereka pada saat tahun ajaran baru saat ini.

Kepada wartawan orang tua murid menjelaskan jika tabungan anaknya sejumlah Rp.700.000;, belum dibagikan sampai saat ini. Bahkan uang tabungan tersebut diinformasikan akan dibagikan setelah lebaran. Itu pun jika dana BOS turun.

“Saya merasa kecewa terhadap para Guru SDN 1 Kramat. Ko tabungan anak saya tidak dibagikan. Padahal seharusnya setelah pembagian buku rapor uang tabungan dibagikan,” ungkapnya, Sabtu 17 Juni 2017.

Menurutnya, pada masa Kepala Sekolah yang lama tidak pernah ada kejadian seperti ini. Namun Kepala Sekolah yang baru (Pak Markuat-red) pada saat bagi buku rapor saja (Dia) tidak hadir. Hanya para guru yang memberikan penjelasan, jika uang tabungan akan dibagikan setelah lebaran.

“Masa sekolah harus dibiayai siswa, coba seandainya para siswa tidak ada yang menabung. Apa mungkin kegiatan belajar mengajar juga dihentikan akibat dana BOS tidak cair. Pendidikan macam apa ini, ko sekolah negeri harus siswa sendiri yang tanggung,” pungkasnya dengan nada kesal.

Sementara, Kepala SDN 1 Kramat, Markuat Sapari mengakui jika uang tabungan siswa digunakan untuk KBM (Kegiatan Belajar Mengajar) kerena Dana BOS Triwulan 2 belum dicairkan.

“Iya memang benar uang tabungan para siswa digunakan untuk KBM dan jumlahnya Rp.20 juta lebih. Tapi mau bagaimana lagi, dana BOS belum cair, jadi terpaksa dana tabungan siswa saya pakai,” kata Markuat.

“Saya akan ganti jika dana BOS sudah cair. Kalaupun tidak, saya akan jual aset saya yang ada. Mohon maaf dana BOS itu tidak mencukupi untuk kebutuhan sekolah, apalagi pencairanya seperti ini. Jadi harap maklum saja jika tabungan siswa terpakai,” tambahnya.

Sekertaris Dindik Kabupaten Serang, Sarjudin membenarkan jika dana BOS Triwulan ke-2 ini belum dapat dicairkan. Namun untuk tabungan siswa harusnya Kepala Sekolah bisa bertanggungjawab, karena itu hak murid.

“Benar dana BOS triwulan ke-2 memang belum bisa dicairkan, namun soal tabungan siswa yang digunkan Kepala Sekolah harusnya secara teknis bisa disiasati,” kata Sarjudin saat dihubungi, Minggu, 19 Juni 2017.

“Bisa saja Kepala Sekolah usaha untuk pengembalian uang tabungan dengan tidak menunggu dana BOS. Misalnya cari pinjaman atau bagaimana caranya agar hak para murid bisa diberikan sesuai waktu,” pungkasnya.

Markani Black, LSM Gerak Indonesia menanggapi jika perbuatan guru atau pun Kepala Sekolah menggunakan tabungan siswa untuk kegiatan KBM sangat memalukan. Apalagi sampai tidak terganti saat akan dibagikan.

“Saya rasa Kepala Sekolah kurang bertanggung jawab terhadap hak anak didiknya. Jika memang uang tabungan digunakan untuk KBM sama saja siswa yang membiayai dirinya sendiri,” kata Markani.

“Kepala SDN 1 Kramat mesti dicopot dari jabatanya, karena sudah senaknya main hakim sendiri menggunakan dana tabungan siswa tanpa izin dan musyawarah. Dan tiba-tiba tidak mampu mengembalikan pada saat pembagian yang sudah ditentukan,” pungkasnya. (A.Suteja)

 

Facebook Comments

Tags: ,

Subscribe

Terima kasih telah membaca artikel kami. Untuk informasi update silakan berlangganan newslatter kami di bawah ini

No Responses

Comments are closed.