Darmin Nasution Minta Pemda Fokuskan Kurikulum SMK Sesuai Dengan Potensi Daerahnya

Darmin Nasution Minta Pemda Fokuskan Kurikulum SMK Sesuai Dengan Potensi Daerahnya
Darmin Nasution Minta Pemda Fokuskan Kurikulum SMK Sesuai Dengan Potensi Daerahnya

Kabar5.Com, Jakarta | Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution meminta Pemerintah Daerah (Pemda) untuk mengidentifikasi dan memfokuskan bidang kurikulum pendidikan vokasi atau Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) sesuai dengan potensi daerahnya, 10 November 2018.

“Tadi kami minta ke Pemda, cobalah dua atau tiga bidang aja yang jadi prioritas di daerahnya,” kata Darmin Nasution di kantornya, Jumat, 9 November 2018.

 

Pemerintah, menurut dia, memang tengah mendorong pendidikan vokasi sebagai cara untuk mengoptimalisasi kualitas sumber daya manusia (SDM). Salah satu fokusnya, memperbaiki kualitas tenaga kerja lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) yang selama ini menyumbang jumlah pengangguran terbesar.

 

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah pengangguran terbuka di Agustus 2018 berdasarkan pendidikan berasal dari jenjang SMK. Kontribusinya mencapai 11,24 persen dari total pengangguran.

 

“SMK sekarang ini banyak sekali bidangnya, coba buat yang konkrit saja. Di daerah mu adanya apa? kalau peternakan ya peternakan saja. Jangan malu, lalu buat SMK yang tidak jelas,” imbuhnya.

 

Kementerian Koordinator Perekonomian telah memanggil tujuh pemimpin daerah untuk mulai melakukan identifikasi awal kurikulum di daerahnya. Salah satunya, Gubernur Jawa Timur Soekarwo.

 

Jawa Timur adalah salah satu daerah yang sudah melakukan pembenahan vokasi sejak tahun 2015. Provinsi ini memiliki sembilan bidang kegiatan yang diunggulkan dalam kegiatan vokasi.

 

“Ada sembilan jenis, seperti rekayasa teknologi, IT, sampai masalah seni pertunjukan. Mereka dilatih bagaimana melawak yang baik,” kata orang nomor satu di Provinsi Jawa Timur ini.

 

Ia menjelaskan, salah satu hal yang menjadi masalah di daerahnya adalah pencarian tenaga pengajar yang sesuai dengan kebutuhan. Dimana untuk mengatasi hal itu, pihaknya melakukan kerja sama dengan tenaga ahli dari dalam maupun luar negeri.

 

Selain mendorong pemda untuk lebih fokus dalam membuat kurikulum, pemerintah juga telah menambah anggaran untuk pendidikan vokasi pada tahun depan sebesar Rp2.37 triliuin menjadi Rp25,9 triliun. (Red)

Facebook Comments

Subscribe

Terima kasih telah membaca artikel kami. Untuk informasi update silakan berlangganan newslatter kami di bawah ini

No Responses

Comments are closed.