Depan MPR/DPR Tersendat Imbas Aksi Buruh

Depan MPR/DPR Tersendat Imbas Aksi Buruh
Posted by:

Kabar5.com, Jakarta | Massa buruh yang tergabung dalam Federasi Serikat Pekerja Logam, Elektronik dan Mesin Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (FSP LEM SPSI) semakin bertambah.

Lalu lintas depan gedung MPR/DPR tersendat imbas aksi buruh yang memperingati hari buruh Internasional atau May Day, sampai sekarang, Selasa 1 Apri 2018. Tiga mobil komando saat ini telah terparkir di depan gerbang Kompleks Parlemen. Aparat keamanan pun memperketat pengamanannya.

Massa buruh yang tergabung dalam Federasi Serikat Pekerja Logam, Elektronik dan Mesin Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (FSP LEM SPSI) semakin bertambah. Kawasan depan Gedung DPR/MPR di Jalan Gatot Subroto, Senayan, Jakarta Pusat sudah dipenuhi massa yang berasal dari berbagai daerah se-Jabodetabek.

Ketua Umum FSP LEM SPSI Arief Minardi menyebut massa buruh yang hadir diperkirakan mencapai 23 ribu orang. Mereka terus berdatangan sejak pagi hingga siang ini.

“Sekitar 23 ribu orang, yang terdiri dari beberapa Jakarta Timur berjumlah 10 ribu, Jakarta Utara 7 ribu, Jakarta Barat 3 ribu, dan Bekasi 3 ribu,” ujar Arief di depan Gedung DPR/MPR, Senayan, Jakarta Pusat.

Sementara itu, lalu lintas di kawasan tersebut dipenuhi oleh massa buruh yang baru datang dari daerahnya masing-masing. Guna mengurangi kepadatan, lalu lintas petugas juga memperbolehkan kendaraan selain Bus Transjakarta untuk melintas di jalur Busway.

Ada tiga tuntutan yang disuarakan massa dari FSP LEM SPSI yakni menolak Peraturan Presiden Nomor 20 Tahun 2018 tentang Penggunaan Tenaga Kerja Asing (TKA), menolak PP Nomor 78 Tahun 2015 tentang Pengupahan, dan meminta adanya revisi UU Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan.

Namun, sebagian kendaraan juga dialihkan oleh kepolisian, dari arah Semanggi menuju Slipi dialihkan menuju Jalan Gerbang Pemuda, Senayan. (Red)

Facebook Comments

Subscribe

Terima kasih telah membaca artikel kami. Untuk informasi update silakan berlangganan newslatter kami di bawah ini

No Responses

Comments are closed.