Di Perairan Balikpapan Minyak “Tumpah” Akhirnya Terungkap

Di Perairan Balikpapan Minyak “Tumpah” Akhirnya Terungkap
Posted by:

Kabar5.com, Kaltim | Polisi menetapkan nakhoda kapal MV Ever Judger bernama Zhang Deyi (50) sebagai tersangka dalam insiden tumpahan minyak di perairan Balikpapan, Kalimantan Timur. Zhang terbukti lalai hingga mengakibatkan pipa milik pertamina itu patah dan mengalami kebocoran. 06 Mei 2018.

Polri tengah menyelidiki kasus tumpahan minyak di perairan Balikpapan, Kalimantan Timur. Penyelidikan dimulai setelah polisi menemukan adanya dugaan kelalaian dalam peristiwa tersebut.

“Direktorat Kriminal Khusus Polda Kalimantan Timur sudah minta keterangan beberapa orang terkait, karena memang ini ada dugaan kelalaian yang menimbulkan korban,” kata Kadiv Humas Polri Irjen Setyo Wasisto di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Jumat 20 April 2018.

Nahkoda Kapal Jadi Tersangka Kasus Tumpahan Minyak di Kalimantan

Polisi menetapkan nakhoda kapal MV Ever Judger bernama Zhang Deyi (50) sebagai tersangka dalam insiden tumpahan minyak di perairan Balikpapan, Kalimantan Timur. Zhang terbukti lalai hingga mengakibatkan pipa milik pertamina itu patah dan mengalami kebocoran. 06 Mei 2018.

“Nahkoda sudah tersangka karena lalai dalam mengemudikan kapal itu,” kata Kadiv Humas Polri Irjen Setyo Wasisto kepada kumparan, Minggu 06 Mei 2018.

Berdasarkan hasil penyelidikan dan uji labolatorium forensik Polri, tumpahan minyak itu diketahui berasal dari pipa pertamina yang patah akibat tertimpa jangkar kapal MV Ever Judger.

Kadiv Humas Polri Irjen Pol Setyo Wasisto menjelaskan, saat itu Zhang hendak menurunkan jangkar kapal seberat kurang lebih 20 ton. Namun, saat diturunkan, jangkar itu tepat mengenai saluran pipa minyak milik pertamina hingga akhirnya terjadi kebocoran.

“Menurut pengakuannya dia baru sekali ke Indonesia sehingga tidak hafal medan. Tapi tetap dia lalai sehingga kita tingkatkan statusnya jadi tersangka,” ucap Setyo.

Setyo juga mengatakan, polisi tidak menutup kemungkinan tersangka dalam kasus ini masih akan bertambah. Sebab, saat ini proses penyelidikan masih terus berlangsung.

“Ya tentu (masih bisa bertambah) ini kan masih proses,” ucap Setyo.

Tumpahan minyak di Teluk Balikpapan terjadi setelah kebakaran kapal pada Sabtu 31 Maret  2018, Selain menyebabkan bencana lingkungan, dua nelayan tewas dan tiga nelayan lainnya dinyatakan hilang akibat peristiwa ini. (red)

Facebook Comments

Subscribe

Terima kasih telah membaca artikel kami. Untuk informasi update silakan berlangganan newslatter kami di bawah ini

No Responses

Comments are closed.