Diduga Pungli SMAN 13 Depok

Diduga Pungli SMAN 13 Depok

Kabar5.Com, Depok | SMAN 13 Depok diduga melakukan pungli terhadap para orang tua siswa baru dalam proses daftar ulang. Para orang tua siswa diimbau untuk melapor jika memiliki bukti atas dugaan pungli tersebut.

“Minta aja kuitansinya, buktikan itu, kalau ada nanti berarti itu masuk kategori pungli. Ada nggak kuitanasinya dan pungutannya semua sama nggak. Nanti minta penjelasan dari pihak sekolahnya terkait itu,” kata Kadisdik Depok M Thamrin, 20 Juli 2018.

Sementara Thamrin mengaku tidak bisa memberikan sanksi terhadap pihak sekolah jika terbukti melakukan pungli. “Iya karena tadi itu kewenangan saya bukan di sana lagi (SMA), tapi di SD dan SMP saya. Itu SMA kewenangan dinas provinsi,” ujarnya.

Meski begitu, Thamrin menegaskan bahwa sekolah negeri tidak boleh memungut dana dari orang tua siswa. Sebatas meminta sumbangan diperbolehkan, asalkan tidak ditentukan nominalnya dan harus melalui rapat komite sekolah.

“Komite sekolah nanti dibicarakan bahwa dana BOS APBN itu cukupnya hanya untuk ini, nah tapi kita mau rehab mushollah sekolah misalnya, enggak ada dana BOS dari APBN. Nah itu bisa, tapi sifatnya bukan pungutan, melainkan sumbangan,” jelasnya.

Karena namanya sumbangan, maka pihak sekolah tidak boleh menentukan besaran nomimal kepada orang tua siswa. Permintaan sumbangan pun tidak boleh memaksakan.

“Nah ini dengan syarat sudah dimusyawarahkan dulu dengan komite sekolah semuanya dan ada berita acaranya untuk apa ini, untuk kegiatan apa, untuk acara apa misalnya kayak begitu. Nah nanti silakan yang mau nyumbang, nah yang enggak mau nyumbang pun ya tidak masalah,” jelasnya.

“Enggak boleh ada pemaksaan, besarannya juga enggak boleh ditentukan. Silahkan yang sanggup berapapun silahkan, 1 juta, 500 ribu, 1.000, 2.000 ya silahkan enggak masalah, namanya juga sumbangan,” tambahnya.

Sebelumnya, pihak SMAN 13 Depok membantah melakukan pungli. Kepala SMA Negeri 13 Depok Mamad Mahpudin mengaku bahwa pihaknya hanya menghimbau para orang tua memberikan partisipasi.

“Jadi bahasanya bukan diminta atau pungli, tapi di himbau untuk menitipkan bantuan uangnya sebesar Rp 3 juta itu untuk membantu kita dalam rangka partisipasi pembangunan sekolah,” kata Mamad.

Mamad juga mengaku pungutan itu masih akan dirapatkan bersama pihak komite orang tua murid. “Jadi ya nanti rinciannya bagaimana baru kita bicarakan antara komite orang tua murid dan pihak sekolah lagi pada 21 Juli 2018 nanti,” ucapnya.

Hal yang sama di ungkapkan Wakasek Bidang Humas SMAN 13 Depok Eko Joko. Eko mengatakan pungutan tersebut baru sebatas rencana dan masih akan dirapatkan bersama pihak komite dan orang tua murid.

“Sebenarnya itu nanti rencana uang itu baru akan disepakati pada hari sabtu nanti pengesahan. Jadi ada rencana orang tua bertemu dengan pihak sekolah dan menjelaskan bahwa kita sedang melakukan pembangunan sekolah dan membutuhkan bantuan,” jelas Eko di SMAN 13 Depok di Jalan Padurenan, Cisalak, Cimanggis, Depok. (Red)

Facebook Comments

Subscribe

Terima kasih telah membaca artikel kami. Untuk informasi update silakan berlangganan newslatter kami di bawah ini

No Responses

Comments are closed.