Ditemukan Bangkai Orang Utan Penuh Luka di Kalimantan

Ditemukan Bangkai Orang Utan Penuh Luka di Kalimantan

Kabar5.com, Kalimantan | Bangkai seekor orang utan ditemukan mengapung di sekitar kanal PT Wana Sawit Subur Lestari (WSSL) II atau sekitar 7,8 kilometer dari Taman Nasional Tanjung Puting, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah. Hasil nekropsi menunjukkan adanya tindak kekerasan yang dialami orang utan tersebut.

 

Menurut keterangan Kepala Seksi Konservasi Wilayah II Pangkalan Bun Kantor Balai Konservasi SDA Kalteng, Agung Widodo, bangkai pertama kali ditemukan oleh karyawan WSSL pada hari minggu sekitar pukul 16.00 WIB.

 

“Bangkai orang utan itu pertama kali ditemukan oleh Resianto yang merupakan karyawan WSSL. Kemudian dilaporkan kepada Dodi Kurniawan, petugas Resort Telaga Pulang SPTN I Pembuang Hulu Balai TN Tanjung Puting,” kata Agung, 4 Juli 2018.

 

Sementara menurut keterangan seorang staf OFI cabang Pangkalan Bun, Fajar Dewanto, menyebut bangkai orang utan yang ditemukan bukan orang utan liar. Orang utan itu bernama Baen berjenis kelamin jantan dan berusia kurang lebih 20 tahun.

 

“Baen adalah orang utan yang pernah OFI translokasi pada 23 September 2014 dari PT WSSL 2 blok R 31-32. Di translokasi ke Camp Seluang Mas,” terang Fajar.

 

Berdasarkan hasil nekropsi yang dilakukan drh Ketut Prasojo dari Orang utan Care Center dan Quarantine Pangkalan Bun, bangkai Baen ditemukan dengan kondisi jempol tangan kanan hilang, luka terbuka di jari telunjuk tangan kanan, tangan kiri, telapak kaki kiri dan telunjuk kaki kiri.

 

Ketut juga menemukan bekas ikatan di pergelangan kaki kanan, luka terbuka di telapak kaki kanan, punggung tangan kanan, pinggang, punggung kiri, lengan kiri, betis kiri, serta luka tusukan di punggung kanan. Selain itu juga terdapat peluru senapan angin di tubuh Baen.

 

“Hasil x-ray ditemukan peluru senapan angin di pinggang kiri 2, di jari tengah kaki kiri 1, di daerah kepala 2, di lengan kanan 2, ditemukan juga bekas patah tulang lengan kanan yang sudah menyambung. Dimungkinkan kematian orang utan disebabkan oleh tindak kekerasan,” kata Ketut.

 

Hingga kini belum diketahui penyebab pasti dari kematian Baen. (Red)

Facebook Comments

Subscribe

Terima kasih telah membaca artikel kami. Untuk informasi update silakan berlangganan newslatter kami di bawah ini

No Responses

Comments are closed.