DPR Sebut Ada Kelompok Anti-Agama yang Ingin Adu Domba Umat Beragama

DPR Sebut Ada Kelompok Anti-Agama yang Ingin Adu Domba Umat Beragama

Kabar5.com, Jakarta | Anggota Komisi III DPR RI Muhammad Nasir Djamil menduga ada kelompok anti agama yang hendak mengadu domba antar umat beragama di Indonesia. Indikasi itu terlihat dari adanya seorang oknum yang melakukan penyerangan kepada ulama. Kini, diperparah dengan adanya seseorang yang melakukan tindakan brutal ke pendeta dan gereja.

Ia menambahkan, keberadaan kelompok tersebut harus cepat diungkap karena bila dibiarkan tak menutup kemungkinan akan muncul korban yang baru. Sebab, tujuan mereka adalah memecah belah umat beragama di Tanah Air, meski caranya itu dilihat sangat tak manusiawi.

Menurutnya, bila hal itu dilakukan oleh orang yang memiliki gangguan jiwa dirasa cukup mengherankan, karena serangan itu ada sasarannya, yaitu ke tokoh dan simbol suatu agama. Sehingga, ia menuntut kepada kepolisian untuk mengusut kasus itu hingga ke akarnya agar dapat ditemukan seorang aktor intelektual di belakang kasus tersebut.

“Kadang-kadang tidak masuk akal juga kalau itu orang gila. Orang gila itu kan biasanya di jalan, dia enggak menyasar kepada kelompok tertentu,” imbuhnya.

Politikus PKS itu mengajak seluruh pemuka agama untuk segera duduk bersama untuk mencegah kejadian serupa terulang kembali. Ia memperkirakan bila tak ada kesinergian antar masyarakat maka bukan tidak mungkin bila akan ada korban-korban selanjutnya.

“Karenanya pemuka agama harus bisa duduk bersama-sama mengantisipasi memahami gejala ini,” pungkasnya.

Seperti diketahui, pendeta dan jemaat Gereja Santa Lidwina, Kabupaten Sleman, DIY diserang oleh satu orang tidak dikenal pada Minggu, 11 Februari 2018. Empat jemaat luka-luka dan pendeta yang memimpin ibadah pun terluka akibat serangan menggunakan pedang. Serangan itu terjadi usai misa dilaksanakan sekira pukul 07.02 WIB. (Okz/Red)

Facebook Comments

Subscribe

Terima kasih telah membaca artikel kami. Untuk informasi update silakan berlangganan newslatter kami di bawah ini

No Responses

Comments are closed.