DPRD Panggil Dinas PUTR dan Kontrakror Jembatan Mahkota II

DPRD Panggil Dinas PUTR dan Kontrakror Jembatan Mahkota II

Kabar5.Com, Samarinda | Usai Komisi Keamanan Jembatan dan Terowongan (KKJT) menerbitkan 10 rekomendasinya kepada Pemkot Samarinda, Kalimantan Timur (Kaltim) melalui Dinas Pekerjaan Umun dan Tata Ruang (PUTR) Samarinda untuk melakukan penyempurnaan Jembatan Mahakam Kota (Mahkota) II, Komisi III DPRD Kota Samarinda akan memanggil Dinas PUTR dan kontraktor PT Arga Budi.

“Kalau tidak ada halangan, minggu depan memanggil dinas dan kontraktor,” ungkap Ketua Komisi III, M Tahrir kepada Kabar5.Com, Kamis 9 Februari 2017.

Pemanggilan tersebut, kata dia, untuk memperoleh kejelasan terkait pembiayaan jembatan Mahkota II yang pembangunannya berlangsung 14 tahun lebih itu.

“Memastikan mana-mana dari 10 rekomendasi KKJT yang menjadi tanggungjawab Pemkot dan mana yang kontraktor. Termasuk pemanfaatan tambahan anggaran Rp6,1 miliar yang disebutkan Walikota beberapa waktu lalu,” terang Tahrir.

(Baca: Usai Uji Beban, Jembatan Berusia 14 Tahun di Samarinda Belum Laik)

Pihak DPRD mengaku tidak akan mudah menyetujui kekurangan anggaran untuk menindaklanjuti 10 rekomendasi KKJT jika belum ada kejelasan yang menjadi tanggungjawab pemkot dan kontraktor.

“Jangan sampai masih tanggungjawab kontraktor tapi yang biayai pemkot,” tukasnya.

Ketua Komisi III, M Tahrir

Namun demikian, ia belum dapat memastikan anggaran yang diperlukan tersebut dapat dialokasikan secepatnya.

“Sepengetahuan saya anggarannya tidak masuk di (APBD) murni 2017.

DPA SKPD teknis belum kami lihat. Siapa tau juga ternyata ada dimasukkan,” imbuh Tahrir.

Sementara itu, Kepala Bappeda Kota Samarinda Asli Nuryadin yang dikonfirmasi masih enggan memberikan penjelasan.

Seperti diwartakan pada 12 Januari 2017 lalu KKJT melakukan uji beban jembatan Mahkota II hasilnya menyatakan jembatan belum laik dibuka untuk umum. KKJT merekomendasikan sejumlah perbaikan dan penambahan perlengkapan badan jembatan yang perlu segera ditindaklanjuti seperti aspal lantai jembatan yang bergelombang, tambahan alat deteksi, masalah pembebasan lahan, termasuk pembenahan sambungan bentang jembatan per jarak 10 meter. (Hery)

Facebook Comments

Subscribe

Terima kasih telah membaca artikel kami. Untuk informasi update silakan berlangganan newslatter kami di bawah ini

No Responses

Tinggalkan Balasan