Eddy Sindoro Lari ke Luar Negeri untuk Kabur dari Jeratan KPK

Eddy Sindoro Lari ke Luar Negeri untuk Kabur dari Jeratan KPK
Eddy Sindoro Lari ke Luar Negeri untuk Kabur dari Jeratan KPK

Kabar5.Com, Jakarta | Buronan kasus suap penanganan perkara di Pengadilan Negeri Jakarta, Eddy Sindoro, telah menyerahkan diri. Namun, sebelum itu eks Bos Lippo Group ini sempat keluar masuk beberapa negara di Asia Tenggara untuk kabur dari jeratan KPK. 

Wakil Ketua KPK Saut Situmorang menyebutkan, Eddy sudah menjadi tersangka kasus suap sejak November 2016. Eddy diduga memberikan suap ke Panitera PN Jakarta Pusat (Jakpus) Edy Nasution sebesar USD 50.000. Suap tersebut diberikan agar Edy Nasution membantu pengurusan pengajuan Peninjauan Kembali (PK) perkara PT Across Asia Limited melawan PT First Media di PN Jakpus.

Dalam kasus itu, Eddy tidak pernah hadir saat dipanggil KPK. Untuk menghindari panggilan KPK, Eddy diduga menetap di beberapa negara Asia Tenggara.

“Dari akhir 2016 hingga 2018, ESI (Eddy Sindoro) diduga berpindah-pindah di sejumlah negara, di antaranya Singapura, Malaysia, Thailand, dan Myanmar,” kata Saut di KPK, Jumat 12 Oktober 2018

Kepastian keberadaan Eddy, kata Saut, baru diketahui pada November 2017. Kala itu Eddy coba memperpanjang paspornya di Myanmar.

Setelah bebas beberapa lama di beberapa negara tersebut, Eddy sempat dideportasi pada 29 Agustus 2018 setelah masuk dalam daftar pencarian orang. Hanya saja, setiba di Bandara Soekarno Hatta, Eddy berhasil kembali melarikan diri.

“Setelah tiba di Bandara, ESI kembali terbang ke Bangkok tanpa melalui proses imigrasi,” sebut Saut.

Eddy baru bisa dipulangkan ke Indonesia pada hari ini, setelah menyerahkan diri ke Kedutaan Besar Indonesia untuk Singapura. Saat ini Eddy dalam proses pemeriksaan di KPK. (Red)

 

Facebook Comments

Subscribe

Terima kasih telah membaca artikel kami. Untuk informasi update silakan berlangganan newslatter kami di bawah ini

No Responses

Comments are closed.