Batalnya Acara Banten Nasional Islamic Festival 2018

Batalnya Acara Banten Nasional Islamic Festival 2018

Kabar5.Com, Serang | Batalnya pelaksanaan Banten Nasional Islamic Festival 2018 yang sedianya akan di gelar pada 18- 22 April lalu ternyata masih menyisakan kekecewaan mendalam bagi panitia dan pengurus Fatayat NU Provinsi Banten selaku penyelenggara. Batalnya kegiatan tersebut merugikan moril baik materil hingga mencapai Rp 200 juta untuk menyiapkan acara tersebut. 


Bagaimana tidak acara yang hampir 100 persen sudah siap digelar, harus dibatalkan karena izin penggunaan sementara Alun-Alun Serang Barat yang didapat dari Pemkot Serang berbenturan dengan dua kegiatan dalam satu waktu itu juga mendapatkan izin dari Pemkot. Akibatnya Lembaga Penyuluhan dan Bantuan Hukum Nahdlatul Ulama melayangkan surat ke Pemkot untuk menyampaikan klarifikasi atau tabayyun.

Kedua acara tersebut adalah pelaksanaan Banten Nasional Islamic Festival 2018 yang rencananya di gelar pada 18- 22 April dan Pelantikan pengurus partai Demokrat Banten dan kunjungan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dalam agenda ‘Tour de Banten dan Seba Baduy pada 19 aprilnya. Padahal dari keduanya, Fatayat lebih dulu mendapatkan izin dari Pemerintah yang di Pimpinan TB Khairul Jaman itu.

Berdasarkan data,Pemkot memberikan surat izin penggunaan sementara alun-alun Serang kepada Fatayat NU yang ditandatangani Asisten Ekbang dan Kesra Pemkot Serang Moch Poppy Nopriadi, pada 18-22 April, untuk partai Demokrat pada 19 April dan untuk Asisten Pembangunan dan Perekonomian Setda Banten untuk Festival ekciting Banten On Saba Baduy pada 20-22 April.

Setelah kegiatan mulai dipersiapkan oleh panitia termasuk persiapan dari para cabang Fatayat NU se Banten untuk memeriahkan acara tersebut. Hal mengejutkan, Pemkot serang malah menerbitkan izin penggunaan sementara Alun-Alun untuk acara partai Demokrat.

Dengan berat hati kepada semua pihak termasuk, tamu undangan seperti Menteri Olahraga Imam Nahrawi, Menteri Desa, Pembangunan daerah Tertinggal Eko Putro Sandjojo serta tokoh nasional dan ulama di Banten, akhirnya organisasi perempuan sayap ormas terbesar di republik ini mengeluarkan surat pembatalan kegiatan tersebut.

Batalnya pelaksanaan Banten Nasional Islamic Festival 2018, LPBHNU Pusat melayangkan surat ke Pemkot Serang untuk meminta klarifikasi untuk mengetahui sikap Pemkot terkait terbatalnya kegiatan tersebut dan solusi yang disepakati, pasalnya Fatayat NU Banten lebih dulu memproses menyelenggarakan even tersebut para waktu itu.

Namun sayang dalam pertemuan yang digelar di ruangan rapat Setda, pada Jumat 25 Mei 2018 kemarin,antara pengurus Fatayat NU Banten dan LPBHNU yang diwakili Sekretarisnya Syamsudin Salawat Pesilette dengan Asisten Ekbang dan Kesra Pemkot Serang Moch Poppy Nopriadi, tak ada hal kongkrit yang disepakati bersama.

“Yang kami inginkan solusi kedepanya, karena ini menyangkut dua lembaga antara lembaga pemerintah dan lembaga kemasyarakatan. Kami juga tetap ada sinergi antara NU dan Pemerintah,”harap Syamsudin. 

Syamsul menilai penerbitan izin yang dikeluarkan dalam waktu yang bersama di Alun-alun Serang Barat. Jika dipandang dalam administrasi pemerintahan Pemkot terkesan lalai. Meski begitu LPBHNU akan mengambaikan aspek hukum terlebih dulu dan akan mengedepankan musyawarah sesuai tradisi NU.

Meski begitu, Syamsudin memandang Fatayat NU paling dirugikan karena tidak terselenggaranya even mereka, namun disaat yang bersamaan, lembaga lain tanpa hambatan bisa menyelenggarakan evan tersebut. Pihaknya mendesak Pemkot segera minta maaf, karena ada sikap diskriminasi dari Pemkot Serang ke Nahdhatul Ulama (NU).

“Ada permintaan maaf dari Pemkot setempat sebetulnya,sudah sesuatu luar biasa yang bisa menenangkan gejolak dikalangan NU sendiri. rasa (diskriminasi) itu yang dirasakan Fatayat, kenapa ko dengan mudah pemkot mengeluarkan izin kepada lembaga lain, sementara Fatayat lebih dulu mendapatkan izin. Lalu dengan gampangnya lembaga lain karena aspek politik dan keuangan yang lebih memiliki kekuatan bisa dengan leluasa menggunakan tempat yang sama,”pungkasnya.

Sekretaris Lembaga Penyuluhan dan Bantuan Hukum Nahdlatul Ulama (LPBHNU) Syamsudin Salawat Pesilette.

(red)

Facebook Comments

Subscribe

Terima kasih telah membaca artikel kami. Untuk informasi update silakan berlangganan newslatter kami di bawah ini

No Responses

Comments are closed.