Fayakhun Tawarkan Bantuan Muluskan Anggaran kepada Eks Kabakamla

Fayakhun Tawarkan Bantuan Muluskan Anggaran kepada Eks Kabakamla

Kabar5.Com, Jakarta | Mantan Kabakamla Arie Soedewo mengakui ada tawaran dari Fayakhun Andriadi untuk membantu memuluskan anggaran Bakamla. Saat itu, Fayakhun memang bertugas di Komisi I DPR di mana Bakamla sebagai salah satu mitranya.

Awalnya, ketua majelis hakim Franki Tambuwun membacakan berita acara pemeriksaan (BAP) Arie. Di dalamnya, Arie mengaku pernah ditawari Fayakhun soal bantuan pemulusan anggaran.

“Apakah Saudara pernah rapat dengan Komisi I DPR RI? Saya bacakan di BAP, Saudara bilang di sini, ‘Saya pernah rapat dengan Komisi I lalu Saudara Fayakhun pernah katakan ke saya bahwa akan membantu usulan anggaran Bakamla’. Itu pernah betul terdakwa mengatakan itu?” tanya Frangki pada Arie yang duduk sebagai saksi dalam sidang lanjutan terdakwa Fayakhun di Pengadilan Tipikor Jakarta, Jalan Bungur Besar Raya, Jakarta Pusat, Rabu 26 September 2018.

“Mohon maaf, saya ralat. Waktu itu di ruang tunggu, awal perkenalan saya dengan terdakwa,” jawab Arie.

Jawaban Arie tidak menjawab pertanyaan hakim dengan lugas. Hakim pun mengulangi pertanyaannya.

“Pertanyaan saya, pernah nggak bilang bantu?” tanya Frangki lagi.

“Iya, itu pas perkenalan pertama bilang nanti saya bantu gitu,” jawab Arie.

Lagi-lagi hakim merasa jawaban Arie tidak menjawab pertanyaan dengan jelas. Dia kembali mengulangi pertanyaannya.

“Saudara pernah disampaikan oleh saudara Fayakhun akan membantu usulan anggaran yang akan perjuangkan anggaran Bakamla?” tanya Frangki.

“Benar,” tutur Arie.

Arie kemudian menceritakan bila para anggota Komisi I DPR pernah menemuinya sebelum rapat dengar pendapat (RDP). Menurutnya, saat itu para anggota Komisi I DPR banyak bertanya soal posisinya sebagai Kabakamla baru saat itu.

“Sebetulnya mungkin ingin lihat tuposki Bakamla dan saya sebagai pejabat baru sehingga ingin tahu Bakamla ini sekarang bagaiamana,” ucap Arie.

Dalam perkara ini, Fayakhun didakwa menerima suap berupa USD 911.480 atau sekitar Rp 13 miliar dari mantan Direktur PT Merial Esa, Fahmi Darmawansyah. Uang suap itu dimaksud agar Fayakhun menambahkan anggaran Bakamla untuk proyek pengadaan satellite monitoring dan drone. (Red)

Facebook Comments

Subscribe

Terima kasih telah membaca artikel kami. Untuk informasi update silakan berlangganan newslatter kami di bawah ini

No Responses

Comments are closed.