Guru Ngaji Dibunuh, Keluarga Kecewa Pelaku Divonis Bebas

Guru Ngaji Dibunuh, Keluarga Kecewa Pelaku Divonis Bebas
Guru Ngaji Dibunuh, Keluarga Kecewa Pelaku Divonis Bebas

Kabar5.Com, Sukabumi | Mahkamah Agung memutuskan vonis bebas terhadap Sarif, salah satu pria yang sempat menjadi terdakwa kasus kematian Mumuh (65 tahun). Kasus pembunuhan guru ngaji warga Kampung Cilangkop, Desa Sidamulya, Kecamatan Ciemas, Kabupaten Sukabumi itu terjadi pada 10 Januari 2017.

Anak Mumuh, Darus 29, kecewa dengan putusan tersebut yang dinilainya tidak mencerminkan keadilan.

“Kami selaku keluarga merasa tidak puas atas putusan pengadilan hingga Mahkamah Agung. Vonis bebas ini tentu tidak adil,” ujar Darus ditemui pada Minggu 18 November 2018.

Menurut Darus, ada yang janggal dengan proses hukum terhadap terdakwa yang berlangsung di pengadilan. Dia merasa diperlakukan tidak adil karena dibiarkan tanpa didampingi kuasa hukum karena keterbatasan biaya dan pengetahuan soal hukum.

“Meski saya tidak berpengalaman, namun saya merasa ada beberapa hal yang ganjil saat persidangan,” kata Darus.

Selain itu, kata dia, ada yang tidak beres saat proses rekonstruksi di tempat kejadian perkara. Hal itu karena tidak adanya upaya pengadaan saksi saat rekonstruksi tersebut.

“Saat ini saya tidak punya kuasa hukum karena keterbatasan biaya. Namun saya akan tetap berupaya mencari keadilan atas meninggalnya ayah saya,” ujar Darus.

Di benak Darus, masih teringat jelas saat ayahnya ditemukan tewas mengenaskan dengan luka bacok di kepala dan tangan. Bagi dia, tindakan pembunuh ayahnya itu sangat keji. (Red)

 

Facebook Comments

Subscribe

Terima kasih telah membaca artikel kami. Untuk informasi update silakan berlangganan newslatter kami di bawah ini

No Responses

Comments are closed.