Harga Daging Melejit, Pedagang di Pasar Rau Menjerit

Harga Daging Melejit, Pedagang di Pasar Rau Menjerit
Foto: Ilustrasi Pedagang Daging Sapi

Kabar5.Com, Serang | Para pedagang daging sapi di Pasar Induk Rau (PIR) mengeluh lantaran penjualan mereka menurun‎. Hal itu dikeluhkan oleh salah seorang pedagang asal Taktakan, Kota Serang-Banten, Pendi (45).

Ia mengaku omzet penjualan daging sapi menurun karena banyak pelanggan yang sudah tidak membeli di PIR.

“Sekarang pembeli sudah mulai sepi, karena pelanggan sekarang lebih membeli di tempat yang praktis. Jadi kami pedagang di sini hanya bisa bersabar menunggu pembeli yang datang,” ujar Pendi saat ditemui di Pasar Induk Rau, Rabu (24/8/2016)

Selain itu, kata Pendi, modal yang dikeluarkan Rp.95 ribu perkilonya, tapi untuk harga standar penjualan daging di pasar hanya Rp.100 ribu. Udah jelas berarti keuntungan kami hanya sedikit, ditambah lagi sekarang pembeli daging mulai berkurang.

“Sekarang aja kita jual daging untuk harga standar pasar perkilonya hanya Rp.100 ribu. Kita rugi dong. Mending kalau pembeli di pasar meningkat tidak jadi masalah. Saya saja sekarang menjual daging ala kadarnya saja, seusai omzet pengeluaran perharinya,” ujarnya.

Pendi berharap, pemerintah bisa mempertimbangkan harga daging yang melambung.

“Saya berharap, pemerintah bisa membantu meringankan beban kita. Karena pembeli sekarang lebih beralih ke tempat yang lebih praktis dan murah,” harapnya‎. (Lin)

Facebook Comments

Subscribe

Terima kasih telah membaca artikel kami. Untuk informasi update silakan berlangganan newslatter kami di bawah ini

No Responses

Tinggalkan Balasan