Dampak Hari Buruh 2018 Kepada Para Produsen Otomotif

Dampak Hari Buruh 2018 Kepada Para Produsen Otomotif
Posted by:

Kabar5.com, Jakarta | Hari buruh 2018 biasa disebut ‘May Day’ dirayakan setiap tanggal 1 Mei. Momentum hari buruh dimanfaatkan oleh pekerja di Indonesia dengan demonstrasi di berbagai kota di Indonesia.

 

May day bagi sejumlah produsen otomotif nasional adalah hal biasa. Mereka pun memberi keleluasaan kepada para pekerja pabrik untuk mengikuti kegiatan tersebut.

“Mereka kan merayakannya, sebagian ada yang ikut. Lalu ada juga yang mungkin milih libur,” kata Direktur Administrasi, Corporate & External Affairs Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) Bob Azam.

Menurut Bob, pihaknya tidak melarang karyawannya jika ada yang ingin turut serta merayakan hari buruh 2018. Ia pun mengimbau agar kegiatan yang dilakukan berjalan lancar.

“Tidak ada yang melarang (karyawan turun ke jalan). Itu hal yang dilindungi undang-undang. Tapi imbauan boleh supaya tidak anarkis,” ucap Bob.

Bob juga memastikan bahwa pada Selasa 1 Mei 2018 Toyota tidak bakal melakukan kegiatan produksi di pabrik Karawang, Jawa Barat dan Sunter, Jakarta Utara. Kendati demikian, kuantitas produksi dari dua pabrik tersebut sesuai target awal.

“Besok itu kan tanggal merah juga. Biasanya kalau berisiko kami akan advance. Cuma yang besok kami berharap normal tidak ada gangguan apa pun. Untuk hari Rabu kembali produksi seperti biasa,” jelas Bob.

Sementara Direktur Marketing Astra Daihatsu Motor (ADM) Amelia Chandra juga menyampaikan hal yang sama. Menurut Amel, unjuk rasa merupakan hak dari masing-masing pegawainya.

“Itu adalah hak masing-masing buruh. Jadi ya terserah mereka saja, apalagi besok kan libur,” tegas Amel.

Di sisi lain, pada industri roda dua melalui Astra Honda Motor (AHM) diketahui juga tak mempermasalahkan para karyawannya turun ke jalan untuk menyampaikan aspirasi mereka di hari libur nasional 1 Mei.

“Besok karyawan AHM juga libur,” kata Deputi Kepala Komunikasi AHM Ahmad Muhibbudin.

Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) akan mengerahkan 150 ribu buruh se-Jabodetabek plus Serang, Karawang, dan Purwakarta untuk melaksanakan aksi unjuk rasa dalam memperingati hari buruh internasional di depan Istana Kepresidenan, Jakarta.

Presiden KSPI Said Iqbal mengatakan titik kumpul aksi hari buruh (May Day) bertempat di Patung Kuda Indosat pada pukul 10:00 WIB. Setelah itu massa aksi akan jalan kaki ke Istana Presiden.

Said mengatakan pihaknya akan melayangkan tiga tuntutan buruh dan rakyat atau disebut Tritura Plus pada aksi May Day 2018.

Pertama, buruh menuntut harga beras, listrik, BBM diturunkan dan bangun ketahanan pangan dan ketahanan energi. Kedua, tolak upah murah, cabut PP Nomor 78 tahun 2015 tentang pengupahan, meminta Kebutuhan Hidup Layak (KHL) menjadi 84 item. Ketiga, lanjut Said, tolak Tenaga Kerja Asing (TKA) buruh kasar dari China dan cabut Pepres Nomor 20 tahun 2018 tentang TKA. (Red)

Baca Artikel : 10 Point Prabowo dengan KSPI 1 Mei 2018

Facebook Comments

Subscribe

Terima kasih telah membaca artikel kami. Untuk informasi update silakan berlangganan newslatter kami di bawah ini

No Responses

Comments are closed.