Hasil Rapat Pleno KPU, Zaki – Romli Unggul Dari Kotak Kosong

Hasil Rapat Pleno KPU, Zaki – Romli Unggul Dari Kotak Kosong

Kabar5.com, Tangerang | Hasil rapat pleno terbuka rekapitulasi perhitungan suara Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati (Pilbup) Tangerang memperkuat kemenangan pasangan calon (paslon) Bupati dan Wakil Bupati Ahmed Zaki Iskandar-Mad Romli. Pada hasil akhir pleno yang dihelat di salah satu hotel di  Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang, tersebut, paslon tunggal itu memperoleh suara 83,72 persen.

 

Persentase itu diraih Zaki-Romli karena memperoleh 941.804 suara dari total 1.148.762 pemilih yang menggunakan hak pilihnya pada 27 Juni 2018 lalu. Sementara Kolom kosong memperoleh 182.092 suara atau 16,28 persen. Suara sah dalam pleno tersebut tercatat 1.124.889 dan suara tidak sah 23.863.

 

Rapat pleno tersebut berlangsung sejak pukul 10.30 WIB dan berakhir pukul 18.00 WIB dengan agenda merekapitulasi perolehan hasil suara dari 29 Kecamatan di Kabupaten Tangerang. 9 Juli 2018.

 

Pantauan dari awal hingga akhir kegiatan, rapat pleno berlangsung lancar. Tidak terjadi peristiwa yang menonjol saat 29 Panitia Pemilihan Tingkat Kecamatan (PPK) menyampaikan laporan hasil perolehan suara. Hanya beberapa kali terjadi sedikit koreksi dan catatan dari saksi atau pihak Panwascam atas data yang disampaikan beberapa PPK.

 

Ketua KPU Kabupaten Tangerang M Ali Zaenal Abidin membacakan hasil pleno tersebut kemudian meminta tanggapan dari Panwaslu maupun saksi namun tidak ada sanggahan.

 

“Dengan ini, hasil rapat pleno terbuka rekapitulasi hasil perhitungan suara tingkat Kabupaten Tangerang pada Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Tangerang Tahun 2018 saya sahkan,” ucapnya.

 

Kepada awak media, Ali mengatakan meskipun perolehan suara itu sudah ditetapkan, namun pihaknya belum langsung bisa menetapkan paslon Zaki-Romli sebagai pasangan terpilih, karena masih menunggu jika ada pihak yang menggugat hasil tersebut ke Mahkamah Konstitusi.

 

“Kami masih menunggu sampai tiga hari ke depan, apakah ada perselisihan hasil pemilihan di Mahkamah Kostitusi atau tidak,” katanya.

 

Namun, jika tidak ada gugatan ke MK berdasarkan hasil pleno tersebut, KPU Kabupaten Tangerang akan segera menetapkan paslon terpilih tersebut.

 

“Jangka waktunya empat hari sejak rapat pleno ini,” imbuhnya.

 

Sementara disinggung soal tingkat partisipasi pemilih yang hanya mencapai dikisaran 61,55 persen, Ali berkilah pihaknya sudah berupaya maksimal mencapai target 80 persen dengan mensosialisasikan dan mengajak warga Kabupaten Tangerang yang memiliki hak pilih untuk menggunakan hak pilihnya.

 

Namun, menurutnya, karena persoalan memilih di Indonesia diatur sebagai hak, maka pihaknya tidak bisa memaksa pemilih untuk datang ke TPS.

 

“Kami sudah melakukan ikhtiar maksimal dengan berbagai cara dan metode agar masyarakat datang ke TPS sebanyak-banyaknya,” terangnya.

 

Ali juga menerangkan, berdasarkan catatan pihaknya, tingkat partisipasi pada Pilbup 2018 ini relatif meningkat dibandingkan perhelatan Pilkada sebelumnya. Ia mencontohkan, dibandingkan Pilgub Banten 2017 yang lalu, terjadi peningkatan partisipasi pemilih.

 

“Di Pilkada Gubernur Banten hanya 59 persen, apalagi Pilkada Bupati lima tahun sebelumnya yang hanya 57 persen,” tukasnya.

(Haerul)

Facebook Comments

Subscribe

Terima kasih telah membaca artikel kami. Untuk informasi update silakan berlangganan newslatter kami di bawah ini

No Responses

Comments are closed.