Hutan Dalam Perubahan Iklim

Hutan Dalam Perubahan Iklim
Rasyid Ridho
Posted by:

Oleh : Rasyid Ridho

Maraknya isu mengenai penambangan hutan secara ilegal menjadi persoalan seluruh umat manusia. hutan dihadirkan sebagai penyeimbang kehidupan manusia dalam berbagai aspek. aspek yang paling penting adalah bagaimana hutan dimaknai sebagai kekayaan alam yang mampu mewujudkan cita – cita manusia untuk hidup secara harmoni dalam balutan alam yang masih asri, lingkungan yang sehat, dan udara yang dapat di hirup serta bebas dari polusi. Keadaan hutan diseluruh dunia saat ini sungguh mengkhawatirkan. setiap hari, lebih dari satu hektar lahan perhutanan diseluruh dunia hilang akibat deforestasi secara masif dan tidak ramah terhadap lingkungan. ini disebabkan karena desakan kebutuhan industri pulp dan kertas yang semakin tidak terkendali.

Organisasi internasional dunia yang salah satunya bergerak dibidang perhutanan (WWF), menyatakan lebih dari 80 persen deforestasi terkonsentrasi pada sebelas wilayah di dunia. salah satunya adalah papua nugini dan kalimantan. Hutan hujan tropis di dua daerah di indonesia ini menjadi wilayah konsensi pembalakan hutan paling tragis di dunia. bagaimana tidak? lahan perhutanan yang semula dijadikan oleh masyarakat sebagai wilayah yang dapat digali potensi dan manfaatnya, kini dikonversi menjadi areal pertanian untuk kebutuhan industri.

Sebut saja perkebunan kelapa sawit di kalimantan, penambangan material nikel, emas, dan tembaga di papua, semua itu adalah alih fungsi lahan perhutanan menjadi kawasan industrialisasi. dan anehnya, tidak ada satu analisis dampak lingkungan (AMDAL) pun yang diterima oleh seluruh elemen masyarakat yang tinggal dikawasan perhutanan. terutama penduduk yang tinggal di sekitar kawasan perhutanan kalimantan dan papua nughini. kalau kita melihat fakta historis dari satu abad yang lalu, hampir setengah dari jumlah keseluruhan hutan di indonesia hilang akibat deforestasi secara ilegal. hal ini sama dengan sepertiga dari luas negara spanyol. bayangkan, jutaan ekosistem mahluk hidup telah hilang dari permukaan bumi akibat praktek deforestasi.

Kaitanya dengan hutan dan perubahan iklim, keduanya adalah unsur yang saling mengikat. hutan mengandung karbondioksida yang berfungsi untuk menjaga keseimbangan iklim atau cuaca. dan iklim adalah perubahan cuaca yang terjadi dalam waktu yang relatif lama. perubahan iklim terjadi salah satunya karena adanya pengaruh komposisi karbondioksida yang dilepaskan oleh hutan. ketika hutan tidak lagi menyimpan karbondioksida dalam jumlah yang banyak, maka iklim sangat mungkin menjadi tidak stabil. tidak sejuk, gersang, tandus, dan intensitas cahaya matahari masuk lebih domain menembus lapisan luar atmosfer.

Perubahan iklim global merupakan isu dunia yang kini menjadi perhatian banyak kalangan baik di dalam negeri maupun di dunia Internasional. Selaras dengan isu tersebut, perhatian masyarakat terhadap perkembangan masalah deforestasi dan degradasi hutan semakin menguat. Perhatian ini terlihat dengan makin berkembangnya forum-forum Internasional dengan kebijakan dan program mencegah serta mengurangi tingkat kerusakan hutan dengan tujuan mempertahankan, mengurangi bahkan menstabilkan laju perubahan iklim.

Menghindari deforestasi dan degradasi hutan merupakan salah satu bagian untuk mengurangi emisi gas CO2. Hal ini karena hutan memiliki pengaruh penting pada iklim. Berkurangnya tutupan hutan secara langsung akan mempengaruhi tingkat CO2 di atmosfer, yang diatur melalui penyerapan alamiah tanaman dan pepohonan. Jika jumlah tanaman dan pepohonan yang hidup berkurang (akibat deforestasi), maka jumlah CO2 yang diserap akan berkurang. Hal ini terlihat nyata dengan iklim yang dapat kita rasakan jika berada di lingkungan yang memiliki vegetasi (pohon) yang relatif banyak, iklim yang kita rasakan lebih sejuk jika dibandingkan dengan daerah tanpa pohon yang terasa panas dan sangat terik. Sehingga hutan sangat berpengaruh terhadap iklim disekitar kita.

Solusi : perlu ditingkatkan upaya bersama untuk menuju transformasi pengelolaan sumber daya hutan dan lahan secara berkelanjutan, khususnya di sektor kehutanan, melalui interaksi antara pemerintah, dunia usaha dan masyarakat dengan dinamika yang semakin positif. Berbagai komitmen kalangan bisnis yang sudah secara sadar mau mengikuti kaidah keberlanjutan perlu didukung kebijakan pemerintah dan pemantauan yang transparan oleh masyarakat sipil sehingga tercapai implementasi kebijakan dan komitmen untuk menjaga kelestariaan alam kita secara taat dan akuntabel.

Penulis: Aktivis Gerakan Mahasiswa Serang Utara (GAMSUT)

Facebook Comments

Tags: ,

Subscribe

Terima kasih telah membaca artikel kami. Untuk informasi update silakan berlangganan newslatter kami di bawah ini

No Responses

Comments are closed.