3 Bocah Tewas diBunuh Ibu Kandungnya, Terancam Hukuman Mati

3 Bocah Tewas diBunuh Ibu Kandungnya, Terancam Hukuman Mati

Kabar5.Com, Bali | Seorang ibu di Gianyar, Bali, Ni Luh Putu Septyan Parmadani dengan teganya menghabisi nyawa ketiga anaknya sekaligus. Ia kini duduk di kursi pesakitan dengan ancaman hukuman mati.


Berdasarkan informasi, Septyan menikah dengan I Putu Moh Diana pada 2011 dan mereka tinggal di Banjar Sandakan Sulangi, Desa Sulangi, Kecamatan Petang, Kabupaten Badung,  Jumat 8 Juni 2018.

Dari perkawinan itu, mereka dianugerahi tiga anak, yaitu:

Ni Putu Diana Mas Pradnya Dewi, usia 6 tahun.
I Made Mas Laksamana Putra, usia 4 tahun.
I Nyoman Mas Kresna Diana Putra, usia 2 tahun.

Pernikahan itu berujung keretakan dan sempat cekcok berkali-kali.

Septyan putus asa.

“Saya sudah tidak kuat untuk hidup, kalau saya mati, anak-anak saya saya mau ajak mati nanti,” kata Septyan kepada temannya pada Februari 2018.

Pada 8 Februari 2018 sekitar pukul 13.00 WITA, Septyan membeli obat nyamuk cair dan disimpan di lemar pakaian. Tengah malam, Septyan mengunci pintu kamar. Sejurus kemudian, ia membekap anak pertamanya dengan kain sehingga meninggal karena kekurangan napas. Hal itu dilakukan ke anak kedua dan anak ketiga.

Septyan lalu berusaha bunuh diri dengan menenggak obay nyamuk cair. Namun aksi itu ketahuan penghuni rumah dan kasus itu pun terungkap. Septyan pun duduk di kursi pesakitan.

Ia didakwa melakukan pembunuhan berencana dan didakwa pasal 340 KUHP dengan ancaman hukuman mati.


Kronologi Kejadian

Peristiwa tersebut terjadi, Rabu 21 Februari 2018, sekira pukul 06.40 wita bertempat di rumah milik Parwata di Br. Palak, Desa Sukawati, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar.

Pelaku bernama Ni Luh Putu Septyan Parmadani (33), yang berprofesi sebagai Guru, warga Br Sandakan Desa Sulangai, Kecamatan Petang Kabupaten Badung, tega menghabisi nyawa ketiga putra-putrinya dengan cara meminumkan racun pembasmi serangga jenis Baygon cair. Ketiga anak pelaku yang tewas masing-masing Ni Putu Diana Mas Pradnya Dewi (6), pelajar, Made Mas Laksamana Putra Lakis (4) dan Nyoman Kresnadana Putra (2).

Ketiga bocah tersebut diketahui telah tewas setelah adik ipar pelaku bernama I Nyoman Yoga (31) dan seorang kerabatnya bernama I Made Parwata (59), juga seorang Guru, mendapati ketiga jasad korban di dalam rumahnya. Menurut informasi yang dihimpun, peristiwa pembunuhan ketiga anak kandung pelaku bermula, Selasa 20 Februari 2018, sekira pukul 12.45 wita, pelaku bersama anak-anaknya ke rumah asalnya di Br Palak Desa Sukawati (TKP) untuk menginap tanpa ada sesuatu yang mencurigakan.

Dihari yang sama, sekira pukul 14.30 Wita, suami pelaku bernama Putu Moh sempat datang ke rumah saksi dan berbicara dengan pelaku. Saat itu suami pelaku sempat mengajak pelaku dan anak-anaknya untuk pulang ke rumahnya, namun pelaku tidak mau sehingga suaminya pulang sendiri.

Saat hendak pulang, adik ipar pelaku I Nyoman Yoga sempat bertemu dengan suami pelaku di depan pintu rumah dan ditanya oleh saksi “mau kemana”. Suami pelaku lantas menjawab mau pulang. Saat itu pula dilihat pelaku sedang menyusui anaknya.

Selanjutnya saksi tidur ke kamar, sementara pelaku masih di luar bersama kakak saksi dan ibu saksi. Namun, keesokan harinya sekira pukul 06.40 wita, saksi I Nyoman Yoga yang merupakan adik kandung korban hendak mengambil alat mandi di kamar tempat korban menginap.

“Pada saat itu saya menggedor pintu kamar, namun tidak ada jawaban dari dalam. Sehingga saya berusaha membuka paksa jendela kamar, ternyata saya melihat kakak ipar dan tiga anak-anak dalam keadaan kaku. Saya sangat terkejut dan langsung berlari menyampaikan kepada keluarga,” urai saksi, I Nyoman Yoga.

Tiga orang bocah yang tewas dibunuh oleh ibu kandungnya sendiri dengan meminumkan cairan Baygon.
Dalam kondisi ini, pelaku dan para korban dibawa ke rumah sakit Ganeca Celuk Sukawati. Namun sayangnya, ketiga korban sudah dalam keadaan meninggal dunia, sedangkan pelaku masih kritis dengan luka goresan di pergelangan tangan kiri dan leher bagian kanan.

“Dalam ruangan ditemukan baygon cair dalam kemasan plastik yang isinya sudah habis, kamar sembrawut, tempat tidur di lantai dengan beralaskan karpet merah, di atas karpet ada ceceran cairan Baygon serta terdapat pisau dapur yang berisi bercak darah,” tambah saksi I Nyoman Yoga lagi.

Adapun barang bukti yang diamankan berupa satu bungkus Baygon kemasan, sebilah pisau gagang kayu, tutup botol, pisau stainless, pensil, STNK dan sepasang sandal. Sampai saat ini, kasus tersebut masih dalam penanganan pihak Polsek Sukawati.


(red)

Facebook Comments

Subscribe

Terima kasih telah membaca artikel kami. Untuk informasi update silakan berlangganan newslatter kami di bawah ini

No Responses

Comments are closed.