Impor Tembakau Harus Diperketat

Impor Tembakau Harus Diperketat

Kabar5.Com, Jakarta | Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) meminta pemerintah memperketat aturan impor tembakau. 

Sebabnya, kata Ketua APTI Agus Pamudji, nilai impor terus melonjak setiap tahun.

Agus berharap pemerintah melindungi petani tembakau dengan regulasi yang jelas sehingga petani tembakau yang dianggap sebagai profesi turun-temurun tetap terjaga.

Data kami terakhir 2012, ada peningkatan jumlah impor yang cukup besar. Pada 2003 hanya 28 ribu ton, 2010 menjadi 96 ribu ton, lalu terakhir 2012 menjadi 150 ribu ton. Harapan kami Presiden segera buat kebijakan pengaturan impor tembakau. Jadi keseimbangannya, kuota importasi tembakau ini berdasarkan pembelian lokal. Kalau enggak beli lokal, ya enggak usah impor,” ujarnya seusai bertemu Presiden Joko Widodo bersama sembilan petani tembakau di Istana Merdeka, Jakarta, kemarin.

Menurut penuturan Agus, selain aturan pembatasan impor tembakau, mereka membahas cukai rokok bersama Presiden.

Hal tersebut menyusul keputusan pemerintah pusat menaikkan cukai rokok 10,04% pada 2018.

Pemerintah berharap kenaikan cukai rokok itu bisa meningkatkan penerimaan negara sekaligus mengendalikan konsumsi produk tembakau di Indonesia yang terus meningkat.

Agus berasumsi kenaikan cukai rokok akan berdampak besar terhadap penyerapan tembakau petani.

Secara logika, ketika permintaan pasar menurun akibat kenaikan cukai rokok, pembelian bahan baku lokal juga akan menurun,” ujarnya.

Petani-petani di daerah, kata Agus, masih mencoba optimistis atas perubahan yang terjadi.

Namun, ia mengatakan para petani berharap ada aturan yang mengatur alokasi bagi hasil cukai ke daerah untuk meningkatkan kualitas bahan baku industri pada tingkat petani.

Kalau cukai kewenangan pemerintah. Kalau cukai naik, harapan kami yang masuk ke daerah juga baik,” tandasnya.

(red)

 

Facebook Comments

Subscribe

Terima kasih telah membaca artikel kami. Untuk informasi update silakan berlangganan newslatter kami di bawah ini

No Responses

Comments are closed.