Januari-April 2017, Terjadi 162 Gempa di Sumatera Barat

Januari-April 2017, Terjadi 162 Gempa di Sumatera Barat
Foto Ilustrasi
Posted by:

Kabar5.Com, Padang | Hasil monitoring Badan Metereologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Geofisika Padang Panjang mencatat, selama bulan April 2017 di wilayah Sumatera Barat dan sekitarnya telah terjadi sebanyak 42 kali gempa bumi. Sementara yang dirasakan ialah tiga gempa.

Kepala BMKG Padang Panjang, Rahmat Triyono mengatakan, tiga gempa yang dirasakan itu pada 10 April 2017 pukul 20.23 WIB dengan kekuatan 3,6 skala richter (SR) di Agam dan Pasaman. Kemudian gempa kembali terjadi pada 10 April 2017 pukul 22.46 WIB dengan kekuatan 3,7 SR dan dirasakan di Padang. Selanjutnya, 21 April 2017 pukul 11.00 WIB dengan kekuatan 5,3 SR dan dirasakan di Tuapeijat Mentawai. Selain itu, gempa juga dirasakan di Padang dan Pariaman.

“Hasil analisa gempa bumi yang terjadi di Sumatera Barat disebabkan oleh aktivitas subduksi, aktivitas sesar Mentawai dan akitivitas sesar Sumatera. Gempa bumi yang terjadi pada 21 April 2017 yang terjadi di sekitar Pulau Sipora dengan kekuatan 5,3 SR dan pada kedalaman 14 km dan berdampak dirasakan oleh masyatakat yang tinggal di Pulau Sipora dan sekitarnya ini disebabkan aktivitas subduksi tumbukan lempeng tektonik pada kedalaman 14 kilometer,” terang Rahmat, Minggu, 30 April 2017.

Dikatakan Rahmat, yang perlu diperhatikan ialah kejadian gempa bumi pada periode April 2017 ini adalah meningkatnya aktivitas kegempaan di laut sebelah barat Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat. Pada periode April, di zona ini telah terjadi 15 kali gempabumi.

“Walaupun gempa-gempa tersebut tidak berdampak dirasakan oleh masyarakat disekitar Pesisir Selatan karena kekuatannya relatif kecil kurang dari 5 SR,” sambungnya.

BMKG mencatat, di Padang Panjang pada 5 April 2017 terjadi sekali gempa. Kemudian 9 April 2017 terjadi sekali gempa, 10 April 2017 juga terjadi 1 kali gempa. Selanjutnya 15 April 2017 terjadi 1 kali gempa, lalu 16 April 2017.

Sementara pada 22 April 2017 meningkat menjadi 4 kali gempa, 23 terjadi 1 kali gempa, 24 terjadi 2 kali gempa dan 26 April 2017 terjadi 2 kali, serta tanggal 27 April 1 kali.

Sebelumnya pada tanggal 2 Juni 2016 diwilayah Pesisir Selatan telah terjadi gempa bumi dengan kekuatan 6,5 SR yang menyebabkan kerusakan bangunan mencapai ratusan rumah. Akibat gempa bumi tersebut, terjadi sebanyak 5 kali gempa susulan selama satu minggu.

Rahmat menambahkan dari hasil monitoring gempa bumi periode April 2017 di wilayah Sumatera Barat merupakan wilayah yang tingkat aktivitas kegempaannya tinggi. Sedangkan pada bulan-bulan sebelumnya, periode Januari-Maret 2017 total kejadian gempa bumi di wilayah Sumatera Barat mencapai 120 kali. Alhasil, sampai akhir April 2017 telah terjadi sebanyak 162 kali gempabumi diwilayah Sumatera Barat dan sekitarnya.

“Terjadi peningkatan aktivitas kegempaan di zona laut disekitar kabupaten Pesisir Selatan, hal ini tentunya perlu menjadikan perhatian kita semua untuk selalu meningkatkan kewaspadaan. Kewaspadaan ini tidak hanya pada daerah yang terjadi peningkatan aktivitas kegempaan tapi juga wilayah-wilayah lain di Sumatera Barat. Sumatera Barat terdapat tiga sumber ancaman gempabumi yaitu; sesar Sumatera, Sesar Mentawai dan Subduksi lempeng di Samudera Hindia sebelah Barat Pulau Sumatera,” pungkasnya. (red)

 

Facebook Comments

Tags: ,

Subscribe

Terima kasih telah membaca artikel kami. Untuk informasi update silakan berlangganan newslatter kami di bawah ini

No Responses

Comments are closed.