Jelang Pilkada, BI-Polri Antisipasi Peredaran Uang Palsu

Jelang Pilkada, BI-Polri Antisipasi Peredaran Uang Palsu

Kabar5.Com, Semarang | Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Ronald Waas menilai, peredaran uang palsu jelang pemilihan kepala daerah (pilkada) serentak 2017 diwaspadai akan meningkat. Untuk mengantisipasi tersebut, BI bekerja sama dengan Kepolisian Republik Indonesia (Polri) untuk meringkus pemalsu dan pengedar palsu uang itu.

“BI sama Polri kerja samanya baik. Polri bongkar di kantor pembuatannya sehingga secara statistik uang palsu naik, itu karena ketemunya di tempat percetakannya,” ujarnya di Semarang, Jawa Tengah, Sabtu (24/9/2016).

Ronald mengakui, Polri tahun ini sudah dua kali membongkar sindikat uang palsu di tempat pembuatannya langsung.

Pada tahun lalu, berdasarkan data BI, sedikitnya ada 136.558 lembar uang palsu yang beredar. Uang tersebut terdiri atas pecahan Rp 10.000-100.000. Jumlah tersebut belum termasuk hasil penyelidikan polisi yang berhasil menyita 144.097 lembar uang palsu dengan estimasi Rp 1,4 miliar.

BI juga mencatat rata-rata setiap 1 juta lembar uang asli beredar, 19 lembar di antaranya palsu. Rasio ini terbilang meningkat, mengingat pada 2014, hanya 9 lembar dibanding 1 juta lembar uang yang beredar. (bsc/red)

Facebook Comments

Subscribe

Terima kasih telah membaca artikel kami. Untuk informasi update silakan berlangganan newslatter kami di bawah ini

No Responses

Tinggalkan Balasan