Jokowi Dan Pilpres 2019

Jokowi Dan Pilpres 2019

Kabar5.com, Cilegon | Jelang Pilpres 2019, Presiden Jokowi, meminta masyarakat tidak lagi menyebarkan ujaran kebencian melalui media sosial (medsos). Dia mengkhawatirkan, bisa mengganggu ketertiban masyarakat, dikarenakan beda pandangan terkait pilihan pemimpin.

“Tidak saling menyapa antar kampung, tidak menyapa antar teman. Biaya sosialnya terlalu besar. Saya selalu sampaikan, pilihlah pemimpin yang di anggap paling baik,” kata Presiden Jokowi, di Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Khairiyah, Kota Cilegon, Banten, Jumat 11 Mei 2018.

Presiden ke tujuh itu mengingatkan masyarakat Indonesia untuk saling menjaga persatuan dan menghilangkan rasa kebencian, terutama jelang perhelatan pilkada serentak 2018, pendaftaran Capres-cawapres pada Agustus mendatang dan Pemilu 2019.

Jika terjadi perbedaan pilihan politik, diminta berhenti usai masyarakatnya Indonesia menggunakan hak suaranya.

Dihadapan seribu kyai dan ulama se’Banten, Jokowi menyampaikan, Indonesia memiliki 263 juta jiwa yang tinggal di 17 ribu pulau, dengan 714 suku, 1.100 lebih bahasa daerah, 524 kabupaten dan kota, hingga 34 provinsi.

“Kita lupa kalau kita ini saudara, yang seharusnya Islamiyyah nya kita perkuat. Insha Allah, sampai kiamat, kita akan bersatu dalam negara kesatuan republik Indonesia,” jelasnya. (Tama)

Facebook Comments

Subscribe

Terima kasih telah membaca artikel kami. Untuk informasi update silakan berlangganan newslatter kami di bawah ini

No Responses

Comments are closed.