Jokowi Meletakkan Batu Pertama Pembangunan Tower Universitas Muhammadiyah Lamongan

Jokowi Meletakkan Batu Pertama Pembangunan Tower Universitas Muhammadiyah Lamongan
Jokowi Meletakkan Batu Pertama Pembangunan Tower Universitas Muhammadiyah Lamongan

Kabar5.Com, Lamongan | Presiden Joko Widodo meletakkan batu pertama pembangunan tower Universitas Muhammadiyah Lamongan. Berdasarkan keterangan resmi, agenda ini mengawali kunjungan kerjanya di Jawa Timur hari ini, Senin, 19 November 2018.

Setelah itu, Jokowi menyambangi Kampus Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) Muhammadiyah Lamongan, Kabupaten Lamongan. Di sana, Jokowi akan meresmikan Masjid Kampus Ki Bagus Hadikusumo dan perubahan status 6 perguruan tinggi Muhammadiyah.

 

Tak hanya di Lamongan, Jokowi juga bertemu mahasiswa Muhammadiyah di Sidoarjo. Mantan Wali Kota Solo ini akan mengunjungi Universitas Muhammadiyah Sidoarjo guna membuka Muktamar ke-21 Ikatan Pelajar Muhammadiyah.

 

Acara itu menjadi penutup kunjungan kerja Jokowi di Jawa Timur sebelum kembali ke Jakarta. Lawatan ke Muhammadiyah Lamongan dan Solo dilakukan usai kunjungan kerja panjang Presiden pekan lalu.

 

Awal pekan lalu, Jokowi mengunjungi Singapura tiga hari guna menghadiri KTT ASEAN bersama Amerika Serikat, Jepang, Korea Selatan, dan India. Setelah itu, ia langsung terbang ke Papua untuk meresmikan Monumen Kapsul Waktu di Merauke.

 

Sehari setelahnya, mantan Gubenur DKI Jakarta ini melanjutkan perjalanan ke Papua Nugini untuk menghadiri KTT APEC selama dua hari. Ia tiba di Surabaya pada Minggu malam, 18 November 2018 kemarin.

 

Jokowi selama ini kerap berinteraksi dengan Muhammadiyah. Salah satunya ketika Agustus lalu, dia mengunjungi Gedung Dakwah Pengurus Pusat Muhammadiyah untuk bersilaturahmi dan memberikan dua sapi kurban.

 

Tahun lalu, ia mengungkapkan rasa cintanya terhadap masyarakat Maluku serta warga Muhammadiyah, sehingga datang ke Kota Ambon untuk membuka sidang Tanwir Muhammadiyah.

 

Di Ambon, Jokowi mengatakan Muhammadiyah merupakan organisasi pembawa misi Islam yang berkemajuan dan terbukti menjadi kekuatan transformasi terbangunnya tata kehidupan umat yang lebih baik.

 

Berdasarkan catatannya saat itu, Muhammadiyah memiliki 4.623 unit taman kanak-kanak (TK), SD dan Madrasah Ibtidayah (MI) 2.252 sekolah, SMP dan Madrasah Tsanawiyah (MTs) sebanyak 1.632, SMA/SMK dan Madrasah Aliyah (MA) sebanyak 1.291 serta perguruan tinggi sebanyak PT 171 ini.

 

Selain itu, rumah sakit dan fasilitas kesehatan yang jumlahnya mencapai 2.119 unit, selain pesantren, panti asuhan, panti jompo yang jumlahnya juga mencapai ribuan unit.

 

Klaim dekat dan mendapatkan dukungan dari Muhammadiyah pernah dilontarkan calon wakil presiden Ma’ruf Amin. Bekas Rais Aam PBNU itu mengklaim turut mendapatkan dukungan kelompok relawan Garda Matahari yang berafiliasi dengan Muhammadiyah.

 

“Tadi malam dalam peluncuran buku Arus Baru Ekonomi Indonesa di panitiai oleh kelompok Muhamamdiyah, Garda Matahari. Jadi kami juga sudah memperoleh dukungan dari kalangan Muhammadiyah dan mungkin dari ormas-ormas lain,” kata dia di kediamannya, Jalan Situbondo, Menteng, Jakarta, Rabu, 14 November 2018 lalu.

 

Sebelumnya, Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) menerima penghargaan Muhammadiyah Award atas program kemanusiaan dan perdamaian. Penghargaan diberikan langsung oleh Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir.

 

JK menyoroti peran Muhammadiyah dalam bidang sosial, ekonomi dan pendidikan. Menurut dia, hal ini perlu didukung terutama dalam menghadapi persaingan dengan negara lain.

 

JK juga menyebut Muhammadiyah sudah “beramal soleh, ibadah, usaha kepada bangsa” selama 106 tahun keberadaannya di Indonesia. (Red)

Facebook Comments

Subscribe

Terima kasih telah membaca artikel kami. Untuk informasi update silakan berlangganan newslatter kami di bawah ini

No Responses

Comments are closed.