Jokowi Menginginkan Agar Masyarakat Tidak Terpecah Belah

Jokowi Menginginkan Agar Masyarakat Tidak Terpecah Belah

Kabar5.Com, Jakarta | Ia mengungkapkan, negara telah mengeluarkan biaya besar untuk menyelenggarakan pesta demokrasi tersebut sehingga tidak boleh ada permusuhan setelah pesta demokrasi.


Presiden Joko Widodo (Jokowi) menginginkan agar masyarakat tidak terpecah belah dengan adanya perbedaan sikap politik di Pemilihan Kepala Daerah Serentak 2018 maupun Pemilihan Umum 2019.

 

“Jangan sampai karena pilihan wali kota, bupati, gubernur, presiden, kita menjadi retak. Gara-gara pesta demokrasi setiap lima tahun. Biaya terlalu besar, rugi besar kita kalau seperti itu,” kata Jokowi di Asrama Haji Bekasi, Jawa Barat, Kamis 31 Mei 2018.

 

Presiden Jokowi mempersilakan masyarakat menggunakan haknya memilih calon pemimpin yang terbaik. Namun setelah pemilu selesai, suasana harus kontestasi dalam berpolitik dan harus segera dihilangkan secepatnya.

 

Jokowi meminta agar masyarakat untuk tidak terpolarisasi dan terpropokasi dengan adanya berbagai isu-isu yang dibangun untuk membuat hubungan antar teman, tetangga dan masyarakat retak. Apalagi, lanjut dia, tidak mau saling menyapa dengan teman sampai ada kampung-kampung yang tidak rukun.

 

“Jangan dikompori-kompori para politisi mau. Pakai akal jernih kita. Rugi besar kita. Sekarang kita dilihat bangsa lain itu sangat rukun, bangsa yang sangat santun, ramah. Jangan sampai karena pilihan politik, kita menjadi tidak rukun,” pungkasnya.


(red)

Subscribe

Terima kasih telah membaca artikel kami. Untuk informasi update silakan berlangganan newslatter kami di bawah ini

No Responses

Comments are closed.