Kalsel Promosikan Dua Kawasan Industri

Kalsel Promosikan Dua Kawasan Industri

Kabar5.Com, Kalsel | Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan akan mempromosikan dua kawasan industri di Kabupaten Tanah Bumbu dan Kabupaten Tanah Laut kepada para investor di tingkat nasional dan mancanegara. Sektor pertambangan dan perkebunan masih menjadi andalan Kalsel untuk menarik investor. 

Demikian dikemukakan, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Kalsel, Nafarin, Selasa 24 Oktober 2017. “Pemprov Kalsel telah menjadwalkan kegiatan ekspose untuk mempromosikan dua kawasan industri di kementerian terkait,” tuturnya.

Kegiatan promosi kawasan industri ini direncanakan pada pertengahan Nopember mendatang di Jakarta yang melibatkan sejumlah kementerian terkait seperti Kementerian Perhubungan, BKPM dan Bappenas.

Pada even itu gubernur akan memaparkan keberadaan kawasan industri dan potensi sumber daya alam yang dimiliki Kalsel dihadapan pemerintah pusat, serta para pelaku usaha nasional maupun mancanegara,” ujarnya.

Pemprov Kalsel berharap dari kegiatan promosi ini akan masuk para investor untuk menanamkan modalnya di Kalsel. Keberadaan dua kawasan industri yang menjadi bagian proyek strategis nasional pemerintah ini mampu mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat. Kawasan industri dimaksud yaitu kawasan industri Batulicin, Kabupaten Tanah Bumbu seluas 955 hektare dan kawasan industri Jorong, Kabupaten Tanah Laut seluas 915 hektare.

Industri yang akan kita tawarkan nantinya adalah sektor pertambangan dan perkebunan. Dua sektor ini dan industri turunannya merupakan sektor andalan Kalsel,” ungkapnya.

Saat ini kawasan industri Batulicin, Tanah Bumbu, sudah diisi PT Meratus Jaya, Iron Stell, konsorsium PT Krakatau Steel dan PT Aneka Tambang yang bergerak dalam industri besi baja, serta Politeknik Batulicin. Sementara kawasan industri Jorong, Tanah Laut, di sekitarnya sudah berdiri beberapa perusahaan tambang.

Gubernur Kalsel Sahbirin Noor mengatakan pihaknya memprioritaskan percepatan pembangunan infrastruktur penunjang investasi seperti pembangunan jalan tol Banjarmasin-Batulicin, pengembangan Bandara Syamsudin Noor dan bandara perintis di kabupaten, pengembangan Pelabuhan Trisakti Banjarmasin dan pelabuhan laut di Tanah Bumbu, Kotabaru, dan Tanah Laut. Termasuk infrastruktur kelistrikan dan air bersih.

Hingga 4 Oktober 2017, nilai investasi yang masuk ke Kalsel mencapai Rp4 triliun atau 50 persen dari target pemerintah Rp8,1 triliun untuk PMDN dan PMA. Bupati Tanah Bumbu, Mardani H Maming, mengatakan jika Pemprov Kalsel telah merancang pengembangan ekonomi 5 kabupaten/kota yang disebut Banjarbakula, maka Pemkab Tanah Bumbu dan Kotabaru akan mengembangkan diri menjadi pusat ekonomi yang menjadi bagian dari poros maritim.

Posisi Tanah Bumbu sangat strategis karena memiliki laut dalam berbeda dengan Banjarmasin yang sangat tergantung dengan sungai. Kawasan Batulicin dapat dikembangkan menjadi pelabuhan samudera yang bisa menampung kapal berbadan besar sehingga mempermudah arus ekspor-impor berbagai komoditas. Selama ini ekspor-impor Kalsel dan Kalimantan harus melalui Surabaya karena kendala kapasitas pelabuhan.

Keberadaan Kapet Batulicin juga dapat menunjang terciptanya pusat industri dan pintu utama perekonomian di Kalimantan,” tambahnya.

(red)

 

Facebook Comments

Subscribe

Terima kasih telah membaca artikel kami. Untuk informasi update silakan berlangganan newslatter kami di bawah ini

No Responses

Comments are closed.