Kata Rektor UGM Soal Pelecehan Seksual Saat KKN

Kata Rektor UGM Soal Pelecehan Seksual Saat KKN
Kata Rektor UGM Soal Pelecehan Seksual Saat KKN

Kabar5.Com, Yogyakarta | Rektor Universitas Gadjah Mada (UGM) Panut Mulyono menyampaikan, UGM mampu menyelesaikan kasus dugaan pelecehan seksual yang terjadi saat KKN pada pertengahan tahun 2017 lalu.

Panut juga meyakini UGM akan bisa menghasilkan keputusan-keputusan yang seadil-adilnya.

” Saya sebagai orang tua, sejak awal meyakini bahwa UGM mampu menyelesaikan persoalan ini,” ujar Rektor Universitas Gadjah Mada (UGM) Panut Mulyono saat ditemui di UGM, Jumat 9 November 2018.

Diungkapkannya, pihaknya akan menyelesaikan persoalan ini berdasarkan peraturan-peraturan yang ada di UGM.

Tak hanya itu, UGM juga akan menghasilkan keputusan yang seadil-adilnya bagi kedua belah pihak.

” Dua-duanya adalah anak kami, yang kami wajib untuk memberikan edukasi. Bagi yang salah kami berikan sanksi yang setimpal, tetapi nantinya harapannya dia menjadi orang yang baik,” tandasnya.

Panut menuturkan, sebetulnya mempunyai harapan kedua mahasiswa bisa lulus dari UGM. Setelah lulus dapat berguna bagi bangsa dan negara.

” Sebetulnya kami ingin dua-duanya lulus dari UGM, menjadi orang yang lebih baik, kelak bisa menjadi orang-orang yang berkontribusi bagi masyarakat, bangsa dan negara,” tegasnya

” Anak kami yang perempuan tentu kami sangat bersimpati dan kami akan membantu menyelesaikan persoalan-persoalan yang ada,” imbuhnya.

Menurutnya, ketika keputusan yang diambil oleh UGM dengan sejujur-jujurnya dan seadil-adilnya dirasa tidak memenuhi unsur keadilan, maka UGM tidak mempermasalahkan jika persoalan tersebut dibawa ke ranah hukum.

” Kami yakin sebetulnya tanpa ke ranah hukum, UGM bisa menyelesaikan sendiri persoalan ini, dengan sebaik-baiknya, dengan seadil-adilnya,” pungkasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, seorang mahasiswi Universitas Gadjah Mada (UGM) diduga menjadi korban pelecehan seksual oleh sesama rekan KKN berinisial HS seorang mahasiswa Fakultas Teknik. Peristiwa ini terjadi saat mengikuti Program Kuliah Kerja Nyata (KKN) pada pertengahan tahun 2017 lalu. (Red)

 

Facebook Comments

Subscribe

Terima kasih telah membaca artikel kami. Untuk informasi update silakan berlangganan newslatter kami di bawah ini

No Responses

Comments are closed.