Kejayaan Keraton Kaibon Hidup Kembali

Kejayaan Keraton Kaibon Hidup Kembali

Kabar5.Com, Serang | Kejayaan Keraton Kaibon di komplek Kesultanan Banten akan kembali dihidupkan, melalui Ciltural Festival Kaibon, pada 30 Juni 2018, dialokasi reruntuhan itu, yang lokasi tepatnya berada di Kecamatan Kasemen, Kota Serang, Banten.

Jangan kira penyelenggaranya merupakan sebuah event organizer besar. Panitianya merupakan alumni SMA Negeri 1 Kota Serang angkatan tahun 1993.

“Bagaimana peninggalan budaya, kita kemas kekinian. Kita kemas agar tidak membosankan ketika membicarakan budaya,” kata Manik, tim kreatif acara tersebut, saat ditemui di Kota Serang, Minggu 13 Mei 2018.

Penampilan tarian kolosal bernama Tarian Gerabah akan diiringi oleh musik kontemporer dan pemutaran video sejarah Kesultanan Banten berdiri.

Tak hanya itu, debus, pencak silat, hingga kuliner peninggalan Sultan Banten akan di pamerkan di acara yang telah berkoordinasi dengan Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB), Dinas Pariwisata (Dispar) dan institusi lainnya ini.

“Supaya generasi mendatang mengenal lagi bagaimana budaya dan sejarah Banten, yang dulu pernah menjadi poros perdagangan dunia, direbutkan oleh negara-negara lain,” jelasnya.

Keraton Kaibon bermakna Keibuan, yang dibangun oleh Sultan Syafiudin, untuk ibunya, Ratu Aisyah, mengingat pada waktu itu, sebagai sultan Banten ke-21 yang masih sangat muda, berusia lima tahun.

Pada keraton Kaibon, pengunjung masih bisa melihat sebagin dari struktur bangunan yang masih tegak berdiri. Sebuah pintu berukuran besar yang dikenal dengan nama Pintu Paduraksa, khas bugis, dengan bagian atasnya yang tersambung, tampak masih bisa dilihat secara utuh. Deretan Candi Bentar khas Banten, yang merupakan gerbang bersayap, masih tegak berdiri.

Di bagian lain, sebuah ruangan persegi empat dengan bagian dasarnya yang lebih rendah atau menjorok ke dalam tanah, diduga merupakan kamar dari Ratu Aisyah.

Ruang yang lebih rendah ini diduga digunakan sebagai pendingin ruangan, dengan cara mengalirkan air di dalamnya dan pada bagian atas baru diberi balok kayu sebagai dasar dari lantai ruangan. Bekas penyangga papan masih terlihat jelas pada dinding ruangan ini.

Arsitektur Keraton Kaibon ini memang sungguh unik, karena sekeliling keraton sesungguhnya adalah saluran air. Artinya bahwa, keraton ini benar-benar dibangun seolah-olah di atas air.

Semua jalan masuk dari depan maupun belakang ternyata memang benar-benar harus melalui jalan air. Meskipun keraton ini memang didesain sebagai tempat tinggal ibu raja, tampak bahwa ciri-ciri bangunan keislamannya tetap ada, karena ternyata bangunan inti keraton ini adalah sebuah masjid dengan pilar-pilar tinggi yang sangat megah dan anggun. Kalau mau ditarik dan ditelusuri, jalur air ini memang terhubung ke laut, sehingga dapat dibayangkan betapa indahnya tata alur jalan menuju keraton ini pada waktu itu. (Tama)

Facebook Comments

Subscribe

Terima kasih telah membaca artikel kami. Untuk informasi update silakan berlangganan newslatter kami di bawah ini

No Responses

Comments are closed.