Kekeringan di Kabupaten Serang, Akibat, Dampak dan Solusinya

Kekeringan di Kabupaten Serang, Akibat, Dampak dan Solusinya

Oleh: Rizki Akbar Gustaman

Negara Kesatuan Republik Indonesia merupakan negara yang dilalui garis khatulistiwa. Karena itu Indonesia beriklim tropis atau panas dan hanya dilalui dua musim saja yakni, musim penghujan dan iklim kemarau.

Dengan dua musim yang dimiliki ada kalanya Indonesia memiliki air yang berlebih dan ada kalanya menjumpai persediaan air yang sedikit. Maka peristiwa rutin yang kita alami ketika musim hujan adalah banjir dimana- mana, semetara ketika musim kemarau tiba kita akan menghadapi masa kekeringan.

Seperti yang terjadi akhir-akhir ini di Kabupaten Serang, sebagian wilayahnya mengalami kekeringan. Seperti di Kecamatan Pontang, Lebak Wangi, Tirtayasa, Tanara dan Cikande. Kekeringan atau kurangnya pasokan ait bersih itu sendiri sudah terjadi di Kabupaten Serang sejak awal bulan juli 2017.

Penyebab Kekeringan di Kabupaten Serang

Kekeringan digolongkan menjadi salah satu jenis bencana alam yang ada. Terjadinya kekeringan di Kabupaten Serang karena disebabkan oleh beberapa hal, diantaranya :

1. Minimnya Pohon Sebagai Sarana Resapan Air

Tidak adanya Pohon besar sebagai sarana resapan air menjadi persoalan utama mengapa wilayah Kabupaten Serang menjadi daerah yang dilanda kekeringan sejak awal Juli lalu. Akibat hal tersebut menyebabkan air tanah memjadi tidak bagus.

2. Pesatnya Pertumbuhan Industri di Kabupaten Serang

Hal tersebut dapat dilihat dari pernyataan Bupati Serang. Seperti yang dilansir radarbanten.co.id pada tanggal 15 agustus 2017. Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah, menjelaskan, Kabupaten Serang merupakan kawasan industri strategis, jumlah tersedia sekitar 500 industri. Industri tersebut tersebar di wilayah Serang Barat yang diperuntukan bagi industri kimia, logam dasar dan rancang bangun yang bersifat padat modal dan wilayah Serang Timur yang diperuntukan bagi aneka industri yang bersifat padat karya. Hal tersebut menyebabkan beralihnya fungsi lahan dari untuk penghijauan menjadi lahan industri.

3. Minimnya usaha masyarakat, pelaku usaha swasta (Industri) dalam upaya menjaga dan melestarikan sumber daya air.

Kesadaran masyarakat dan pelaku usaha Kabupaten Serang akan menjaga dan melestarikan sumber daya air sangat kurang hal tersebut dapat dilihat dari tercemar dan kotornya aliran sungai Ciujung.

Dampak Kekeringan Bagi Masyarakat

1. Kesehatan buruk

Akibat kurangnya air bersih sebagai sumber kehidupan utama rumah tangga. Sengatan panas karena kenaikan suhu udara, menyebabkan dehidrasi karena kekurangan asupan oksigen dari air dan udara bersih merupakan ancaman yang serius. Bahkan, kelaparan dan kekurangan gizi pada wilayah-wilayah tertentu bisa terjadi karena karakter alam tanah yang semula memang kering.

2. Perekonomian menurun

Kekurangan air untuk memenuhi kebutuhan pertanian sawah dan ladang berpangaruh pada menurunnya produksi hasil tani terjadinya puso dan gagal panen sehingga berpengaruh pada berkurangnya pendapatan para petani dan buruh tani. Bagi lahan-lahan pertanian di Kabupaten Serang, dampak kekeringan ini sudah di alami masyarakat dan kaum tani pedesaan.

3. Konflik sosial di masyarakat.

Masyarakat akan melakukan tindakan-tindakann sendiri karena air merupakan kebutuhan dasar manusia. Di beberapa daerah yang terkadang disaksikan di berita adanya masyarakat yang haus air melakukan tindakan-tindakan untuk mendapatkan air.

Solusi Mengatasi Kekeringan

Selain menyalurkan air bersih bagi masyarakat yang tertimpa kekeringan. Pemerintah Kabupaten Serang juga perlu membuat Solusi jangka panjang agar kekeringan bisa berkurang. Usaha-usaha yang dapat dilakukan untuk pencegahan kekeringan

1. Memanfaatkan sumber air yang ada secara lebih efisien dan efektif.

Dengan potensi laut yang membentang dari Tanara sampe Cinangka, pemerintah bisa mengkaji potensi air laut dengan melakukan penyulingan menjadi air tawar seperti yang dilakukan Pemerintah Arab Saudi.

2. Menanam pohon sebanyak-banyaknya pada setiap jengkal lahan yang ada di lingkungan tinggal Masyarakat.

Pemerintah Kabupaten Serang dalam hal ini Dinas Lingkungan Hidup dan Bupati Serang dapat bisa menanamkan kepada masyarakat gerakan menanam pohon di setiap lingkungan masyarakat dan bisa bekerja sama dengan komunitas atau pegiat alam.

3. Membuat waduk (embung) disesuaikan dengan keadaan lingkungan.

Memprioritaskan dan mempercepat pembuatan embung di setiap desa-desa sebagai wadah penampung air.

4.Kampanye hemat air, gerakan hemat air.

Mengajak masyarakat untuk berhemat air.

 

Penulis adalah Ketua Serikat Muda Serang

 

Facebook Comments

Tags: ,

Subscribe

Terima kasih telah membaca artikel kami. Untuk informasi update silakan berlangganan newslatter kami di bawah ini

No Responses

Comments are closed.