Kemungkinan Diracun, Aktivis Pussy Riot Masuk RS

Kemungkinan Diracun, Aktivis Pussy Riot Masuk RS

Kabar5.Com, Russia | Seorang aktivis dari kelompok musik punk di Rusia, Pussy Riot, harus dilarikan ke rumah sakit karena diduga telah diracuni.

Pyotr Verzilov, yang diklaim Kanada sebagai warga negaranya, menjalani perawatan di rumah sakit setelah menghadiri persidangan pada Selasa.

Demikian pernyataan dari kekasihnya, Veronika Nikulshina, yang juga merupakan anggota Pussy Riot.

“Penglihatannya memburuk. Pertama, kami menganggapnya hanya kelelahan, namun dia makin memburuk dan kehilangan daya untuk berbicara,” kata Nikulshina.

“Dia tidak mengenali saya lagi, dia juga tidak bereaksi terhadap pesan,” ucapnya.

Verzilov dipindahkan pada Kamis sore ke rumah sakit Sklifosovsky Moskwa yang memiliki unit perawatan intensif untuk kasus-kasus keracunan.

Seorang operator telepon di rumah sakit, bahwa pria itu berada dalam kondisi serius.

Nikulshina dan Verzilov sama-sama menjalani hukuman 15 hari penjara dengan dua anggota Pussy Riot lainnya, karena melakukan aksi berlari ke lapangan final Piala Dunia 2018.

Tindakan itu merupakan protes yang bertujuan untuk menyoroti pelanggaran oleh polisi Rusia.

Verzilov hadir di pengadilan pada Selasa lalu, ketika dua anggota Pussy Riot lainnya, termasuk Nikulshina, dijatuhi hukuman atas tuduhan tidak mematuhi seorang perwira polisi.

Akun resmi Twitter Pussy Riot juga mengunggah pernyataan mengenai kemungkinan Verzilov diracun.

“Hidupnya dalam bahaya. Kami berpikir, dia diracun,” tulisnya.

Pussy Riot menarik perhatian internasional mulai 202 ketika kelompok tersebut melakukan protes di gereja, di Moskwa. Dua anggotanya dijebloskan ke penjara, sementara lainnya diberi hukuman percobaan. (Red)

 

Facebook Comments

Subscribe

Terima kasih telah membaca artikel kami. Untuk informasi update silakan berlangganan newslatter kami di bawah ini

No Responses

Comments are closed.