Kisah Cerita Koeswali

Kisah Cerita Koeswali

Kabar5.Com, Potret presiden kedua Republik Indonesia, Soeharto tengah beredar viral di media sosial. Lantaran berada di sebuah kereta komuter Jabodetabek. Koeswali Somadihardja membenarkan “tuduhan” itu, “Banyak orang yang bilang saya mirip Soeharto.”


Kejadian potret dirinya menjadi viral diketahui dari salah satu keponakannya. “Saat akan bangun untuk sahur, ponakan kirim pesan via whatsapp bahwa foto saya viral,” kisah lelaki yang bermukim di Perumahan Permata Pamulang, Blok I9 No.2, Setu, Tangerang Selatan, Minggu 3 Juni 2018.

 

Ia merasa bingung, karena siang harinya banyak awak media mendatangi kediamannya.  Ini berbeda dengan respon dari anak serta cucunya.

 

“Mereka sangat senang,” ujar Koeswali. “Katanya ini berkah Ramadan.”

Yang membuat ia kaget, karena terakhir kali naik kereta komuter pada tahun 2011, atau nyaris tujuh tahun berselang dirinya tidak pernah menggunakan moda transportasi itu.

 

“Tepatnya dari stasiun Palmerah menuju Stasiun Serpong. Saat  itu kereta penuh. Saya berdiri di dalam kereta,” kenangnya.

Namun, pengalaman bahwa ia disebut-sebut mirip Soeharto bukanlah yang pertama kali. Lelaki kelahiran Cirebon dan dahulu  bekerja di PT. Merck, sebuah perusahan farmasi dari Jerman ini memiliki banyak kisah.

 

Saat menjabat sebagai Area Manager Jabodetabek tahun 1993 hingga pensiun tahun 2004, anak buahnya selalu berceletuk jika dirinya mirip dengan Soeharto, lantaran gaya memimpin.

 

“Selesai rapat, mereka selalu bercanda seperti itu. Katanya saya suka marah dalam rapat,” kenang lelaki bertanggal lahir 16 Desember 1948 ini.  “Memang kalau sedang rapat saya agak tegas dan keras.”

 

Kemudian, saat ditempatkan kantornya di berbagai kota seperti Padang dan Semarang, tak jarang orang-orang di kantor menyapanya dengan sebutan Pak Harto.

 

“Bahkan tidak jarang, mereka selalu menjawab, “Siap Pak Harto!” bila  menerima tugas dari saya,” kata Koeswali disambung tawa.

 

Tidak sampai di situ saja, Koeswali juga memiliki cerita unik saat menghadiri khitanan  keponakannya di Bogor tahun 1997. Di sana, banyak orang menoleh ke arah Koeswali sembari bisik-bisik dan tertawa.

“Saya lihat para tamu undangan, apalagi ibu-ibu itu bisik-bisik, “Wah Pak Harto, itu Pak Harto,” lanjut Koeswali.

 

Peristiwa tak kalah menghebohkan juga pernah terjadi, saat Koeswali hendak mengisi bensin tak jauh dari rumahnya. Saat membuka jendela mobil, spontan petugas berteriak bila ia adalah Pak Harto. Akibatnya, pembeli lain pun  seketika menoleh ingin tahu.

 

Itu belum seberapa. Koeswali masih memiliki banyak stok cerita Pak Harto ini.


(red)

Facebook Comments

Subscribe

Terima kasih telah membaca artikel kami. Untuk informasi update silakan berlangganan newslatter kami di bawah ini

No Responses

Comments are closed.