Kominfo Blokir Situs Terkait ISIS

Kominfo Blokir Situs Terkait ISIS

Kabar5.Com, Jakarta | Kelompok Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) diketahui telah menerbitkan publikasi berbahasa Indonesia yang penyebarannya dilakukan secara rahasia sejak 2016. Surat kabar propaganda kelompok radikal ini bernama Al-Fatihin. Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) mengklaim telah memblokir situs Al Fatihin. Situs ini merupakan media pemberitaan berbentuk buletin milik kelompok ISIS yang disebarkan dalam dua bahasa, yakni bahasa Indonesia dan bahasa melayu.

Al-Fatihin, Surat Kabar Rahasia ISIS Berbahasa IndonesiaSurat kabar bernama ‘al-Fatihin’Kelompok ekstremis ISIS ternyata telah menerbitkan media cetak berbahasa Indonesia atau Melayu, untuk meningkatkan daya tarik bagi para jihadis di kawasan Asia Tenggara. Surat kabar bernama ‘al-Fatihin’, yang dalam bahasa Arab berarti ‘Para Penakluk’, diluncurkan sejak 20 Juni 2016 dengan slogan “Surat kabar untuk migran berbahasa Melayu di Negara Islam.”

Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara menegaskan pemblokiran itu tak hanya dilakukan terhadap situs Al Fatihin. Tetapi juga, terhadap 80 situs serupa yang menyebarkan pemberitaan sejenis yang berafiliasi langsung dengan media bentukan ISIS.

“Sudah diturunkan, sudah diblok. Ada yang media sosial itu sekitar 80-an itu Al Fatihun berbagai versi, sudah kami blokir,” ujarnya di kantor Menkopolhukam, Jakarta, Jumat 18 Mei 2018.

Tidak hanya itu, Rudiantara juga mengaku telah menurunkan ribuan situs penyebar radikalisasi sejak peristiwa Mako Brimob yang menghilangkan 5 nyawa anggota kepolisian.  Bahkan sejak terjadinya peristiwa teror bom di Surabaya dan penyerangan di Mapolda Riau, Rudi menyebut tercatat 2.145 situs yang diblokir.

“Ini khusus yang kaitan dengan pemboman teroris dari tanggal 11 kemarin itu sudah 2.000-an. Totalnya 2.145 yang sudah di-take down. Konten macam-macam ada dari Facebook, Telegram, Twitter, Google, file sharing. Ada situs,” katanya.

Ia memastikan pemerintah saat ini terus memperketat pengawasan di dunia maya dan akan langsung melakukan pemblokiran terhadap situs radikal.

“Kami sisir terus. Kominfo dengan Polri kami menyisir, berpatroli bersama,” tegasnya.

Ia pun meminta kepada masyarakat dan awak media untuk turut serta membantu dengan memberikan informasi bila menemukan situs yang berkonten radikal. “Kasih saya langsung, biar nanti akan di-take down semuanya. Kasih ke saya,” pungkasnya.

 

(red)

Facebook Comments

Subscribe

Terima kasih telah membaca artikel kami. Untuk informasi update silakan berlangganan newslatter kami di bawah ini

No Responses

Comments are closed.