KPK: Dirjen PAS Diduga Terima Sebuah Tas Dari Wahid Husen

KPK: Dirjen PAS Diduga Terima Sebuah Tas Dari Wahid Husen
KPK: Dirjen PAS Diduga Terima Sebuah Tas Dari Wahid Husen

Kabar5.Com, Jakarta | Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyatakan Direktur Jenderal Pemasyarakatan (Dirjen PAS), Sri Puguh Budi Utami diduga menerima sebuah tas dari mantan Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Sukamiskin, Wahid Husen. Tas tersebut sudah diserahkan KPK dan jadi barang bukti, 8 Desember 2018.

“Kami dapatkan info awal pemberian sebuah tas yang ditujukan pada Dirjen, pada saat itu. Itu dugaan yang kami dapat saat proses penyidikan,” kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah di Gedung KPK, Jakarta, Jumat, 7 Desember 2018 kemarin.

 

Dalam berkas dakwaan Wahid, tas dengan merek Louis Vuitton itu diberikan oleh Fahmi Darmawansyah pada Juli 2018. Wahid yang menerima tas tersebut kemudian menyerahkannya kepada Sri Puguh sebagai kado ulang tahun.

 

Febri melanjutkan berdasarkan informasi dari jaksa penuntut umum KPK, tas tersebut telah dikembalikan Sri Puguh. Tas tersebut kini telah disita dan menjadi barang bukti untuk perkara Wahid.

 

“Tentu saja kami belum mengatakan terbukti atau tidak. Karena persidangan masih jalan. Nanti kita lihat di fakta persidangan,” ujarnya.

 

Sebelumnya, Wahid didakwa menerima sejumlah uang dari Fahmi Darmawansyah, Wawan, serta Fuad Amin. Fahmi memberikan 1 unit mobil jenis Double Cabin 4×4 merek Mitsubishi Triton, sepasang sepatu boot, sepasang sendal merk Kenzo, 1 buah tas clutch bag merk Louis Vuitton dan uang sekitar Rp39,5 juta.

 

Kemudian Wawan memberikan Rp63,3 juta dan Fuad Amin memberikan uang sejumlah Rp71 juta, fasilitas pinjaman mobil Toyota Innova serta biaya menginap di hotel Ciputra Surabaya selama dua malam.

 

CNNIndonesia.com sudah mencoba untuk menghubungi Sri Puguh namun yang bersangkutan belum merespons panggilan melalui telepon. (Red)

Facebook Comments

Subscribe

Terima kasih telah membaca artikel kami. Untuk informasi update silakan berlangganan newslatter kami di bawah ini

No Responses

Comments are closed.