KPK Panggil Divisi Master Planning Lippo Cikarang

KPK Panggil Divisi Master Planning Lippo Cikarang
KPK Panggil Divisi Master Planning Lippo Cikarang

Kabar5.Com, Jakarta | Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memanggil Divisi Master Planning Lippo Cikarang, Indra Cakra. Dia akan diperiksa terkait kasus dugaaan suap perizinan proyek pembangunan Meikarta, milik Lippo Group di Bekasi.

“Yang bersangkutan akan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka BS (Direktur Operasional Lippo Group Billy Sindoro),” kata juru bicara KPK Febri Diansyah saat dikonfirmasi, Jakarta, Senin, 19 November 2018.

 

Belum diketahui hal-hal yang akan dikorek penyidik dari salah satu petinggi Lippo Cikarang tersebut. Namun, diduga pemeriksaan untuk menelusuri ihwal hingga sumber uang suap Meikarta.

 

KPK terus mendalami skandal suap Lippo Group ini. Salah satu yang tengah gencar ditelusuri penyidik ialah sumber uang suap Meikarta, yang diduga berasal dari Lippo Group.

 

Tercatat, mereka dari Lippo Group yang sudah dimintai keterangan yakni Direktur Operasional Lippo Group Billy Sindoro, CEO Lippo Group James Riady, dan mantan Presiden Direktur PT Lippo Cikarang Tbk Toto Bartholomeus.

 

Kemudian Presiden Direktur PT Lippo Karawaci Tbk Ketut Budi Wijaya, Corporate Affairs Siloam Hospital Group Josep Christoper Mailool, Direktur Keuangan PT Lippo Cikarang Tbk Soni dan Direktur Keuangan PT Lippo Karawaci Tbk Richard Setiadi.

 

Teranyar, Direktur Keuangan PT Mahkota Sentosa Utama (PT MSU) Hartono diperiksa penyidik. Dari semua pemeriksaan itu, terungkap juga adanya pertemuan-pertemuan antara petinggi Lippo Group dengan Neneng.

 

Salah satunya, James Riady yang mengakui pernah bertemu dengan Neneng dengan alasan silaturahmi persalinan Neneng. Tak hanya James, Billy Sindoro juga mengaku dua kali bertemu Neneng.

 

Pertemuan pertama dilakukan untuk memberi selamat atas persalinan Neneng. Sedangkan pada pertemuan kedua, Billy dan Neneng membahas soal pembangunan Rumah Sakit (RS) Siloam di Meikarta.

 

Meikarta merupakan salah satu proyek prestisius milik Lippo Group. Penggarap proyek Meikarta ialah PT Mahkota Sentosa Utama, yang merupakan anak usaha dari PT Lippo Cikarang Tbk. Sementara PT Lippo Cikarang Tbk di bawah naungan Lippo Group.

 

Secara keseluruhan, nilai investasi proyek Meikarta ditaksir mencapai Rp278 triliun. Meikarta menjadi proyek terbesar Lippo Group selama 67 tahun grup bisnis milik Mochtar Riady itu berdiri.

 

Dalam kasus ini, Billy Sindoro diduga memberikan uang Rp7 miliar kepada Bupati Bekasi Neneng Hasanah Yasin dan anak buahnya. Uang itu diduga bagian dari fee yang dijanjikan sebesar Rp13 miliar terkait proses pengurusan izin proyek Meikarta. (Red)

Facebook Comments

Subscribe

Terima kasih telah membaca artikel kami. Untuk informasi update silakan berlangganan newslatter kami di bawah ini

No Responses

Comments are closed.