Kronologis Terbongkarnya Peredaran Gula Rafinasi 60 Ribu Ton

Kronologis Terbongkarnya Peredaran Gula Rafinasi 60 Ribu Ton

Kabar5.Com, Cilegon | Kisah terungkapnya dugaan pemalsuan dokument, agar gula rafinasi sebanyak 60 ribu ton dapat beredar dipasaran, berawal dari laporan masyarakat ke Kementrian Perdagangan (Kemendag) sekitar tahun 2016, 20 September 2018.

Kemudian, kemendag menggandeng Bareskrim mabes Polri untuk menyelidiki peredaran gula yang seharusnya digunakan untuk industri tersebut.

 

“ada gula rafinasi dijual secara eceran di daerah Jawa, Jogja, Temanggung dan lain-lain. Tim Kemendag turun ke lapangan dan menemukan gula rafinasi,” kata Wahyu Hidayat, Direktur Tertib Niaga, Kemendag, saat ditemui di PT Permata Dunia Samudera Utama (PDSU), Kecamatan Ciwandan, Kota Cilegon, Banten.

 

‘rembes’ dipakai oleh Wahyu untuk mengistilahkan kebocoran gula rafinasi ke masyarakat. Lantaran ada permintaan peningkatan gula rafinasi, dari sebelumnya hanya enam ribu ton, menajdi 60 ribu ton sejak tahun 2016 oleh Unit Dagang (UD) I S, yang dimiliki oleh KPW.

 

“kita mengetahui bahwa ini ada penyalahgunaan mengenai ijinnya,” terangnya.

 

Jika adanya dugaan pemalsuan dokumen ijin perdagangannya. Maka Kemendag akan menyerahkan seluruhnya ke pihak kepolisian untuk ditangani secara pidana.

 

Lokasi pabrik yang ada di Kota Cilegon, Banten, dengan dengan Pulau Sumatera. Pihaknya mengindikasikan, peredaran gula rafinasi yang di duga dengan memalsukan dokumen, telah beredar disana.

 

“Kami akan melakukan pengusutan sampai tuntas. Akan di usut terus oleh Bareskrim. Langkah pertama, kami akan membekukan ijinnya (UD IS),” terangnya.

 

(Tama)

Facebook Comments

Subscribe

Terima kasih telah membaca artikel kami. Untuk informasi update silakan berlangganan newslatter kami di bawah ini

No Responses

Comments are closed.