Legislator Papua: Mengapa Pemda Mamberamo Tak Ijinkan KM Fajar Indah Berlayar?

Legislator Papua: Mengapa Pemda Mamberamo Tak Ijinkan KM Fajar Indah Berlayar?

Kabar5.Com, Jayapura | Legislator Papua mempertanyakan sikap dari Pemerintah Daerah Kabupaten Mamberamo Raya dalam hal ini, kepala Dinas Perhubungan Mamberamo Raya yang tidak memberikan ijin berlayar dan ijin beroperasi dari KM Fajar Indah guna melayani masyarakat Mamberamo Raya lewat akses jalur transportasi laut.


“Saya sangat heran dan bertanya-tanya atas sikap pemda mamberamo raya yang hingga kini, tidak memberikan ijin berlayar dan ijin beroperasi kepada pihak KM Fajar Indah. Kehadiran kapal ini sejatinya untuk melayani masyarakat mamberamo raya lewat akses jalur transportasi laut”, kata Anggota Komisi IV DPRP Papua Yotam Pilasi, kepada Wartawan, Sabtu 3 Mei 2018 di Jayapura.

 

Yotam menyebutkan, salah satu akses penghubung yang dapat menjangkau masyarakat mamberamo raya adalah sarana transportasi laut.

Perlu diketahui jelas Yotam, pemerintah daerah mamberamo raya lebih dulu telah melakukan kerja sama atau “MoU” dengan satu kapal yakni, KM Kartika untuk beroperasi di mamberamo raya dengan nilai kontrak 31 Miliar. Faktanya masyarakat mamberamo raya selaku penumpang masih harus membayar uang tiket senilai 275 ribu perorang.

 

Sedangkan kapal KM Fajar Indah ini, sepengetahuan Yotam, KM Fajar Indah tidak melakukan kerja sama atau non subsidi dari pemda mamberamo raya.

 

“Kehadiran pemerintah daerah adalah melayani dan mensejahterakan masyarakat, bukan meyusahkan masyarakat dengan melakukan “MoU” mengunakan uang rakyat senilai 31 Miliar kepada pihak KM.Kartika, tapi kapal tersebut tak menolong masyarakat”, kata Legislator Anak Asli Mamberamo Raya itu.

 

Sementara itu, Tokoh Agama Mamberamo Raya, Markus Meop menuturkan kehadiran KM Kartika yang pemda mamberamo raya lakukan kerja sama itu. Tidak menolong masyarakat, justru menyusahkan masyarakat.

 

“KM Kartika sangat menyusahkan masyarakat, selain harga tiketnya mahal 275 ribu, tapi juga jadwal berangkatnya yang menyusahkan masyarakat”, jelas tokoh agama itu.

 

 Markus menyebutkan, jadwal KM Kartika itu hari sabtu dan minggu?.

 

 “Kami membutuhkan kapal baru yang bisa menjadi alternatif lain untuk kami memilih, jangan hanya satu kapal saja”, tegas Markus.

 

Sekedar diketahui, pihak KM Fajar Indah telah mendapat perijinan operasi dan perijinan berlayar dari Kementrian Perhubungan RI. Namun hingga kini kapal tersebut belum beroperasi lantaran Dinas Perhubugan Mamberamo Raya tak menberikan ijin berlayar dan beroperasi.


(Richard)

Facebook Comments

Subscribe

Terima kasih telah membaca artikel kami. Untuk informasi update silakan berlangganan newslatter kami di bawah ini

No Responses

Comments are closed.