Lima Kurir Sabu di Medan Divonis Seumur Hidup

Lima Kurir Sabu di Medan Divonis Seumur Hidup
Ilustrasi Vonis.

Kabar5.Com, Medan | Majelis Hakim Pengadilan Negeri Medan, menjatuhkan vonis hukuman seumur hidup kepada lima orang terdakwa kurir narkoba. Mereka adalah Jamasri alias Cintek, Yanto alias Asiong, David Erwin Nababan, Premklin Samosir, dan Syefrizen.

Pembacaan vonis terhadap kelima terdakwa dibacakan Hakim Ketua, Deson Togatorop, dalam persidangan yang digelar di Pengadilan Negeri Medan, Senin, 11 September 2017.

Kelima terdakwa dihukum karena berdasarkan pemeriksaan di Pengadilan, mereka terbukti secara sah dan meyakinkan membawa tanpa hak narkoba jenis sabusabu sebanyak 8 kilogram dari Malaysia, untuk diedarkan di Medan.

Perbuatan mereka melanggar ketentuan dalam Pasal 114 ayat (2) juncto Pasal 132 ayat (1) UU RI No 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

Menyatakan terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah tanpa hak atau melawan hukum menawarkan untuk dijual, menjual, membeli, menjadi perantara dalam jual beli, menawarkan, menyerahkan, atau menerima narkotika golongan 1 dengan berat lebih dari 5 gram. Menjatuhkan hukuman kepada terdakwa dengan hukuman seumur hidup,” kata Hakim Deson.

Vonis yang dijatuhkan majelis hakim Pengadilan Negeri Medan ini sama dengan tuntutan Jaksa Penuntut Umum dari Kejaksaan Negeri Medan. Meski demikian, JPU tidak puas dan menyatakan banding. Begitupula dengan para terdakwa.

Dalam perkara ini, kelima terdakwa membawa sabu-sabu atas perintah 4 terpidana narkotika yang mendekam di Lapas Tanjung Gusta. Salah seorang di antaranya yaitu Ayau, seorang terpidana mati. Dalam perkara ini, Ayau juga dituntut dengan hukuman mati.

Kelompok ini diringkus petugas Badan Narkotika Nasional (BNN) yang menyamar. Awalnya mereka menangkap Jasmari dan Yanto saat melakukan transaksi di depan kompleks Masjid Raya pada 12 Januari 2017.

Penangkapan ini dikembangkan. Jamasri alias Cintek, Yanto alias Asiong, David Erwin Nababan, Premklin Samosir, dan Syefrizen ditangkap di Hotel Antares.

Kasus itu dikembangkan. Seorang pelaku lain tewas diterjang peluru petugas. Sementara Ayau dan tiga napi di Lapas Tanjung Gusta yang mengatur penyelundupan dan pengiriman narkoba itu juga diringkus.

 

(red)

 

Facebook Comments

Tags: , ,

Subscribe

Terima kasih telah membaca artikel kami. Untuk informasi update silakan berlangganan newslatter kami di bawah ini

No Responses

Comments are closed.