Makin Menyusut, Populasi Orangutan di Indonesia Tinggal 71.820 Ekor

Makin Menyusut, Populasi Orangutan di Indonesia Tinggal 71.820 Ekor
Orangutan

Kabar5.Com, Kotawaringin Barat | Berdasarkan data dari Orangutan Population and Habitat Viability Assessment 2016 (PHVA 2016), saat ini diperkirakan terdapat 71.820 individu orangutan di Pulau Sumatera dan Borneo (Kalimatan, Sabah dan Serawak) di habitat seluas 17.460.600 hektare.

“Jika dibandingkan dengan PHVA 2004, kajian populasi dan distribusi PHVA 2016 semakin berkembang dan lebih rinci. Hal itu berdampak pada perkiraan jumlah populasi orangutan menurut PHVA 2016 meningkat jika dibandingkan dengan data PHVA 2014. Namun demikian, sesungguhnya kepadatan populasinya berkurang,” ujar Program Manager Orangutan Foundation UK Ade Suharso di kantornya Jalan Merak No 34, Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah, Senin, 11 September 2017.

Saat ini, lanjut dia, populasi orangutan sumatera (Pongo abelii) diperkirakan ada 14.470 individu di habitat seluas 2.155.692 hektare. Bandingkan dengan hasil PHVA 2004 yang diprediksi ada 6.667 individu di habitat seluas 703.100 hektare.

Fakta tersebut sama sekali tidak mengindikasikan terjadinya peningkatan populasi, sebab apabila dilihat dari kepadatan populasi, justru berkurang dari 0.95 individu/Km2 menjadi 0.67 individu per kilometer persegi.

Sama seperti orangutan Sumatera, berdasarkan hasil PHVA 2016, populasi orangutan borneo (Pongo pygmaeus) juga meningkat. Saat ini orangutan borneo diperkirakan ada 57.350 individu di habitat seluas 16.013.600 hektare.

Bandingkan dengan PHVA 2014, populasi orangutan diprediksi ada 54.817 individupada habitat seluas 8.195.000 hektare.

Jika membandingkan kepadatan populasi, maka terjadi kecenderungan penurunan dari 0.45-0.76 individu per kilometer persegi menjadi 0.13-0.47 individu per kilometer persegi,” jelasnya.

Mengacu pada PHVA 2016, saat ini populasi orangutan di Taman Nasional Tanjung Puting diperkirakan ada 4.180 individu dan Suaka Margasatwa Lamandau-Sukamara diperkirakan ada 630 individu. Orangutan di kedua kawasan konservasi ini dalam populasi yang stabil.

Melihat kondisi populasi dua jenis orangutan di Sumatera dan Borneo tersebut menunjukkan bahwa ancaman kelestarian orangutan dan habitatnya meningkat akibat dari konversi hutan menjadi fungsi lain dan tingginya frekuensi aktivitas penyelamatan (rescue).

Khusus mengenai rescue, pada Rabu, 30 Agustus 2017, Orangutan Foundation (OF-UK) bersama BKSDA Kalteng-SKW II Pangkalan Bun, pada 2017 telah menyelamatkan 4 orangutan liar yang kemudian ditranslokasi ke Suaka Magrasatwa Sungai Lamandau di Pangkalan Bun. Ini adalah orangutan keempat yang berhasil ditranslokasi oleh tim dari OF-UK bersama BKSDA Kalteng-SKW II Pangkalan Bun selama tahun 2017.

“Jumlah tersebut menurun jika dibandingkan pada 2015 dan 2016 dimana OF-UK membantu BKSDA Kalteng-SKW II Pangkalan bun menyelamatkan dan mentranslokasi masing-masing 16 orangutan liar. Hal itu terjadi karena pada tahun 2015 telah terjadi kebakaran hutan besar,” pungkasnya.

 

(red)

 

Facebook Comments

Tags: ,

Subscribe

Terima kasih telah membaca artikel kami. Untuk informasi update silakan berlangganan newslatter kami di bawah ini

No Responses

Comments are closed.