Mengukur Kemajuan Sekolah, Kepsek dan Pengawas Perlu Dilatih

Mengukur Kemajuan Sekolah, Kepsek dan Pengawas Perlu Dilatih
Elis Yulaeti, Kabid SMP Dindikbud Kabupaten Serang (tengah) menutup secara resmi pelatihan, didampingi oleh Ahmad Mardiyanto Prasetyo, Spesialis Pengembangan Sekolah USAID PRIORITAS Provinsi Banten (berbaju hijau).

Kabar5.Com, Serang | “Selama ini kepsek dan pengawas sering mengandalkan opini untuk mengukur kemajuan sekolah. Bukan Fakta! Padahal untuk mengukur kemajuan sekolah diperlukan fakta berupa pengamatan dan wawancara langsung kepada guru atau siswa, misalnya dampak pembelajaran,” ujar Ahmad Mardiyanto Prasetyo, Spesialis Pengembangan Sekolah USAID PRIORITAS Provinsi Banten, Sabtu (1/10/2016).

Oleh karena itu, dia menghimbau kepala sekolah (kepsek) dan pengawas perlu mendapatkan pelatihan profesional sebagai agen perubahan kemajuan sekolah.

“Bapak-ibu adalah kepala sekolah dan pengawas yang berasal dari sekolah non mitra USAID PRIORITAS yang terpilih untuk menjadi agen perubahan kemajuan sekolah. Bayangkan bahwa perubahan sekolah berawal dari diri bapak-ibu sendiri, kepala sekolah melakukan perubahan di sekolahnya dan pengawas mengadakan perubahan di sekolah binaannya. Niscaya kemajuan sekolah bisa terwujud,” tegas Ahmad saat menutup acara pelatihan.

Fakta kemajuan sekolah diperoleh peserta saat mereka terjun langsung mempraktikkan observasi dan wawancara di sekolah. Ada pun tiga sekolah praktik yang dilaksanakan di hari kedua pelatihan meliputi SDN Ciruas 4, MTsN 1 Serang dan SMPN 1 Petir.

Menurut Ahmad, ada empat hal yang menjadi indikator kemajuan sekolah yang harus didasarkan pada fakta temuan di lapangan. Empat hal tersebut antara lain, (1). Manajemen sekolah seperti misalnya kepemimpinan, program RKTS, transparansi anggaran, dsb; (2). Pembelajaran seperti peran guru dalam mendorong aktivitas siswa berpikir, kegiatan siswa yang memunculkan karya mereka sendiri dan lingkungan kelas yang menjadi sumber belajar, dsb; (3). Budaya baca seperti pengelolaan reading time yang terjadwal, strategi khusus untuk mendorong membaca, fasilitas sekolah yang menyediakan buku bacaan dsb; (4). Peran serta masyarakat yang melibatkan komite sekolah atau tokoh masyarakat untuk ikut mengelola sekolah.

Peserta sedang mempresentasikan hasil diskusi.

Peserta sedang mempresentasikan hasil diskusi.

Pelatihan pengembangan sekolah secara menyeluruh untuk kepsek dan pengawas di Kabupaten Serang sudah berlangsung sejak kemarin, Jum’at (30/9/2016) dan diikuti 40 orang. Mereka terdiri atas 26 kepala sekolah yang berasal dari 12 SD, 4 MI, 8 SMP dan 2 MTs ditambah 14 pengawas Dindikbud dan Kemenag Kabupaten Serang.

Selain melaksanakan praktik di sekolah yang ditunjuk, di hari kedua peserta juga menyusun rencana tindak lanjut usai pelatihan.

Elis Yulaeti, Kabid SMP Dindikbud Kabupaten Serang menyambut baik rencana tindak lanjut yang sudah dibuat peserta.

“Selama ini bila kita dilatih, kita lupa untuk mengaplikasikannya di sekolah. Nah, bapak-ibu yang terpilih untuk ikut serta dalam pelatihan ini berasal dari sekolah non mitra. Harapannya, sekembalinya ke sekolah masing-masing, bapak-ibu bisa menjadi agen perubahan untuk kemajuan sekolah,” kata Elis sambil menutup secara resmi pelatihan.

Peserta pelatihan mengaku bersyukur bisa diikutsertakan dalam pelatihan ini. Nana Juhana, Kepala SDN Petir 1 mengatakan bahwa manfaat program USAID PRIORITAS ternyata bisa dirasakan juga oleh sekolah non mitra.

Ia berharap bisa melaksanakan perubahan di sekolahnya usai pelatihan. Pendapat lain, Ella Nofiarti, pengawas Dindikbud yang juga menjadi peserta berpendapat pelatihan ini perlu bagi pengawas sekolah dalam mengembangkan sekolah secara menyeluruh berdasarkan data temuan. (ann/red)

Facebook Comments

Tags:

Subscribe

Terima kasih telah membaca artikel kami. Untuk informasi update silakan berlangganan newslatter kami di bawah ini

No Responses

Tinggalkan Balasan