Menteri Kesehatan Telaah Virus Japanese Encephalitis

Menteri Kesehatan Telaah Virus Japanese Encephalitis
Menteri Kesehatan Telaah Virus Japanese Encephalitis

Kabar5.Com, Jakarta | Kementerian Kesehatan sedang menelaah virus radang otak atau Japanese Encephalitis di Bali. Menteri Kesehatan Nila Djuwita Moeloek belum bisa memastikan kebenaran penyebaran penyakit tersebut di Bali, 9 November 2018.

“Ini lagi ditelaah, tingkat kebenarannya mesti dilihat, kita minta ke Balai Besar Lab Kesehatan dulu buat dicek,” kata Nila di Acara Ekspo Disertasi Kemenkes di Gedung Kemenkes Jakarta.

 

Nila mendapat kabar dari Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan terkait penyebaran Japanese Encephalitis di Bali. Hal itu dikhawatirkan akan mengganggu pariwisata di Indonesia.

 

“Saya bilang bentar Pak, kami sudah melakukan imunisasi tahun lalu. Karena katanya wisatawan bakal turun. Hal demikian ternyata sangat berkaitan dengan ekonomi,” ujar Nila.

 

Dia menjelaskan virus Japanese Encephalitis paling banyak berkembang di hewan babi. Biasanya nyamuk memakan darah hewan itu dan virus tersebut dibawa berpindah ke tubuh manusia melalui gigitan nyamuk.

 

Nila mengatakan wilayah yang rentan terjangkit virus itu ialah daerah yang banyak memiliki populasi babi. Sementara di Sulawesi Utara, kata Nila, sudah negatif terkait virus Japanese Encephalitis.

 

Ia menambahkan, pemerintah sudah menggalakkan imunisasi untuk mencegah penyebaran virus tersebut di Bali, tahun lalu.

 

“Imunisasi khusus di Bali sudah kita lakukan. Japanese Encephalitis dulu tidak masuk imunisasi dasar lengkap karena kita ada keterbatasan, tapi tahun lalu sudah kita lakukan di Bali,” ujarnya.

 

Isu penyebaran virus Japanese Encephalitis beredar setelah pemerintah Australia mengeluarkan ‘travel warning’ bagi warganya yang ingin berpergian ke Indonesia. Dalam situs smartraveller.gov.au disarankan agar warga Australia berhati-hati terhadap virus ini.

 

Di laman itu tertulis semua daerah di Indonesia rawan terjangkit virus Japanese Encephalitis dengan kadar rentan yang rendah, termasuk Bali. Namun di kawasan Sulawesi Tengah dan Papua disebutkan sebagai daerah yang rawan tingkat tinggi terjangkit virus JE.

 

“Hindari gigitan nyamuk dan pergilah ke dokter untuk mendapatkan vaksin sebelum anda berpergian,” tulis laman itu diakses pada Jumat. (Red)

Facebook Comments

Subscribe

Terima kasih telah membaca artikel kami. Untuk informasi update silakan berlangganan newslatter kami di bawah ini

No Responses

Comments are closed.