Merapi Kembali Erupsi

Merapi Kembali Erupsi

Kabar5.com, Yogyakarta | Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Yogyakarta menyampaikan kondisi Gunung Merapi mulai berangsur normal usai mengalami erupsi pagi ini, Jumat 11 Mei 2018.

Menurut informasi BPPTKG di Twitter, erupsi Gunung Merapi terjadi pagi ini pukul 7.40 WIB dengan durasi kegempaan 5 menit. “Ketinggian kolom erupsi mencapai 5.500 meter di atas puncak,” tulis keterangan tersebut.

Erupsi yang terjadi itu bersifat freatik atau didominasi uap air. Erupsi berlangsung satu kali dan tidak diikuti erupsi susulan. Sebelum erupsi freatik ini terjadi, jaringan seismik Gunung Merapi tidak merekam adanya peningkatan kegempaan.

Namun demikian, sempat teramati peningkatan suku kawah Gunung Merapi secara singkat pada pukul 06.00 WIB atau sekitar dua jam sebelum erupsi. Usai erupsi, kegempaan yang terekam tidak mengalami perubahan dan suhu kawah mengalami penurunan.

“Masyarakat diimbau untuk tetap tenang,” tutup keterangan itu.

Letusan Merapi 2010 lalu terdahsyat dalam sejarah

Menjelang pengujung 2010, Indonesia diselimuti duka. Kabar sedih ini datang dari Gunung Merapi di Jawa Tengah yang terus bererupsi. Abu pun tidak hanya menyelimuti DI Yogyakarta dan sekitarnya, namun juga hingga beberapa kota di Jawa Barat.

Harian Umum Pikiran Rakyat pun merangkum laporan dari DI Yogyakarta sejak Rabu-Kamis 3-4 November 2010.

Letusan yang terjadi disebut sebagai puncak erupsi, bahkan jugaterdahsyat dalam 100 tahun. Letusan Merapi kala itu memecahkan rekor letusan Gunung Galunggung 1982 lampau.

Dilaporkan 64 korban meninggal dunia dan 78 orang menderita luka bakar. Mereka umumnya merupakan warga Magelang, Klaten, dan Boyolali. Berdasarkan kesaksian petugas di ruang identifikasi jenazah, hampir semua korban menghitam sekujur badannya terpanggang awan panas. Identifikasi pun sulit dilakukan.

Ironisnya, banyak korban jatuh karena tak hirau akan imbauan pemerintah untuk mengungsi. Tak terkecuali Mbah Maridjan, juru kunci Merapi yang meninggal 26 Oktober 2010.

Mereka pun tak mampu melawan erupsi awan panas Gunung Merapi yang berlangsung selama 42 jam 3-4 November yang kemudian diakhiri dengan letusan amat dahsyat 5 November pukul 00.00-04.00. semburat awan panas yang dikeluarkan dari 6-8 kilometer kedalaman perut gunung, menyapu kawasan radius 15 kilometer.

(Red)

Facebook Comments

Subscribe

Terima kasih telah membaca artikel kami. Untuk informasi update silakan berlangganan newslatter kami di bawah ini

No Responses

Comments are closed.