MUI: Vaksin MR Mengandung Babi, Boleh karena Terpaksa

MUI: Vaksin MR Mengandung Babi, Boleh karena Terpaksa

Kabar5.Com, Jakarta | Majelis Ulama Indonesia akhirnya mengeluarkan fatwa untuk vaksin campak dan rubela alias measles rubella (MR). Komisi Fatwa MUI menetapkan vaksin MR mengandung babi.

“Penggunaan vaksin MR produk dari serum SII hukumnya haram karena dalam proses produksi menggunakan bahan dari babi,” kata Ketua Komisi Fatwa MUI Hasanuddin, di Gedung MUI, Jakarta, 20 Agustus 2018.

Meski begitu, MUI masih memperbolehkan penggunaan vaksin MR bagi umat muslim. Mengingat, sampai saat ini belum ada vaksin MR yang halal.

“Penggunaan vaksin MR produk dari SII pada saat ini dibolehkan atau mubah hukumnya karena ada kondisi keterpaksaan (darurat syariah) dan belum ditemukan vaksin MR halal dan suci,” imbuh dia.

Keputusan ini tertuang dalam Keputsan MUI No. 33 Tahun 2018 yang diputuskan pada 20 Agustus 2018. Di sisi lain, Hasanuddin meminta masyarakat untuk segera menyediakan vaksin MR yang halal untuk masyarakat.

“Pemerintah wajib menjamin vaksin halal untuk vaksin imunisasi dari masyarakat,” ucap dia. (Red)

 

Facebook Comments

Subscribe

Terima kasih telah membaca artikel kami. Untuk informasi update silakan berlangganan newslatter kami di bawah ini

No Responses

Comments are closed.