Oknum Pegawai DPKAD Kota Serang Diduga Jual Beli Proyek

Oknum Pegawai DPKAD Kota Serang Diduga Jual Beli Proyek

Kabar5.com, Serang – Pemerintah Kota Serang dengan semboyan Kota Madani kembali tercoreng oleh ulah salah satu oknum pegawainya berinisial RY. Oknum Dinas Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPKAD) Kota Serang itu diduga melakukan jual beli proyek terhadap salah satu kontraktor berinisial IF.

RY meminta uang sebesar Rp. 15 juta sebagai pelicin atau mahar untuk mendapatkan kontrak paket pekerjaan. Hal itu mencuat ketika kontraktor IF meminta orang suruhannya Fahri, untuk menagih janji RY. Alasannya, hingga dua tahun lamanya paket pekerjaan yang dijanjikan tidak pernah diterima IF.

Dengan berbekal kwitansi asli dan surat kuasa, Fahri mencoba menemui RY di Kantor DPKAD Kota Serang pada 30 Januari 2018 lalu. Kedatangannya untuk meminta kejelasan paket pekerjaan dari RY pada 16 September 2016 yang menjanjikan kontrak 5 hari setelahnya.

Saat bertemu RY di kantornya, Fahri menunjukan kwitansi dan surat kuasa yang di foto copy. Namun RY meminta kwitansi asli karena tidak yakin. Setelah diperlihatkan, kwitansi tersebut justru dirobek RY dengan maksud menghilangkan barang bukti.

“Saat bu RY merobek kwitansi asli yang saya perlihatkan saya hanya berkata tidak masalah kwitansi itu dirobek karena perobekan kwitansi terekam oleh cctv di ruang kerjanya,” katanya.

Mendengar ucapannya itu, RY justru mendekati Fahri untuk menyelesaikan permasalahannya dengan cara membayar uang mahar yang sudah diterima. Namun pengembalian uang tersebut dengan cara dicicil.

“Saya pun dijanjikan untuk kembali bertemu pada 14 Febuari 2018 dikarenakan bu RY akan mencicil dengan memberikan uang Rp. 2.000.000. Namun pada 14 febuari saya kembali mencoba menemui bu RY namun bu RY tidak berada di kantornya, hanya janji palsu yang diberikan bu RY kepada saya,” kata Fahri, Senin 26 Febuari 2018.

Sementara RY saat di konfirmasi kabar5.com lewat pesan singkat Whatsapp beberapa waktu lalu sempat memblokir akun whatsapp wartawan. Namun RY akhirnya menjawab bahwa dirinya sudah membayar uang muka atau mahar kontrak paket pekerjaan.

“Maaf Pak, Bukan diblokir tapi terpijit. Saya sudah membayar ke bu IF dengan menyicil ke Pak Beni orangnya bu IF juga sudah saya kasih Rp. 5 juta. Pak Armin juga sudah saya kasih,” katanya.

RF mengaku kebingungan lantaran merasa diteror LSM dan wartawan. Dirinya beralasan masalah tersebut sudah selesai dengan hanya membayar uang muka saja.
“Saya pusing masalah ini terus-terusan berdatangan. Maaf dari pihak oknum LSM dan Wartawan,  kemarin datang Pak Fahri sekarang bapak konfirmasi, bukan saya lari dari masalah karena saya merasa udah selesai tetapi masih saja di kejar-kejar,” tutur RY menjawab konfirmasi kabar5.com yang menanyakan dugaan jual beli proyek tersebut. (Ali)

Facebook Comments

Subscribe

Terima kasih telah membaca artikel kami. Untuk informasi update silakan berlangganan newslatter kami di bawah ini

No Responses

Comments are closed.